Tertangkap, Simpan Barbuk Zenit dan PCC di Panci Beras

 Kalteng

SuaraBorneo.com, KapuasPeredaran carnophen atau zenith sempat senyap pasca-gudang zenith di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu digerebek oleh polisi.  Namun peredaran obat terlarang ini mulai muncul lagi di Kapuas. Buktinya, anggota Polres Kapuas menangkap tersangka AB (41) kedapatan menjual obat jenis somadryl (PCC) dan zenith/carnophen kepada masyarakat umum.

 

Sudah lama obat-obatan tersebut tidak lagi diijinkan. Selain itu telah ditarik dari peredaran oleh BPOM Pusat Jakarta,” tutur Kapolsek Selat Iptu Angga Yuli Hermanto, S.IK. melalui releasenya, Jum’at kemarin (10/11/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Pelaku AB ditangkap di rumahnya di jalan Kapuas Gg. Keluarga (Gg. Buntu) No. 49 RT. 01 Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Rabu (08/11/2017) sekitar pukul 21.30 WIB. “Tersangka menyimpan barang bukti berupa 1.300 butir obat jenis zenith dan 110 butir obat jenis somadryl/PCC didalam panci aluminium berisi beras,” ucap Iptu Yuli Angga lebih lanjut.

 

Kini tersangka AB yang telah mendekam di rumah tahanan Polsek Selat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut akan dikenakan pasal 196 Jo pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Adapun ancaman hukuman maksimal yang diberikan sesuai Undang-Undang tersebut yaitu 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1 milyar,” pungkas Iptu Yuli Angga menutup pembicaraan. (M.Ad/HB)

Related Posts

Tinggalkan Balasan