Muskot KNPI Kota Banjarbaru Tabrak Aturan

 Daerah, Umum

SuaraBorneo.com, Banjarbaru – Musyawarah Kota (Muskot) KNPI Kota Banjarbaru yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Minggu (12/11/2017) telah melanggar Anggaran Rumah Tangga (ART)  yang tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) Knpi Nomor : /PO/KNPI /IV/2015. Tentang MisyawarahProvensi/Kabupaten dan Kota.

Dengan gamblang dan tegas syarat untuk mencalonkan sebagai ketua, namun ketetapan hasil Kongres IV Papua sebagai acuan yang baku tidak di patuhi oleh peserta Muskot dan pimpinan sidang yang tidak cakap.

Pada penjaringan Calon Ketua, muncul nama Edy emilsyah jaya dan Indra Putra mantan ketua priode sebelumnya yang sama-sama mendapat dukungan. Namun Edy kendati mendapat dukungan, syarat yang diantaranya pernah  duduk sebagai pengurus DPD Knpi Kabupaten/Kota dan atau unsur Pimpinan OKP. Syarat ini tidak terpenuhi, setidaknya tidak diverikasi oleh Panitia Pengarah Muskot, pimpinan sidang langsung menetapkan sebagai calon karena mendapat desakan pendukung Edy dengan lantang mangatakan keputusan tertinggi adalah Muskot.

Argumen ini jelas melanggar aturan, ketetapan Kongres dapat di patahkan oleh Muskot sebagaimana butir dalam PO:

Untuk calon Ketua DPD KNPI Tingkat Kabupaten / Kota ( ART Bab IV Pasal 21 ayat 3);

  1. Tidak melebihi 2 (dua) periode sebagai ketua;
  2. Pernah atau sedang Menjabat Sebagai Unsur Pimpinan Dewan Pengurus Daerah KNPI Kabupaten / Kota dan atau Unsur Pimpinan OKP Nasional Tingkat Kabupaten / Kota, dibuktikan dengan menunjukan SK Kepengurusan di masing-masing Lembaga;
  3. Didukung sekurang-kurangnya 20% suara peserta dalam Musyawarah Daerah KNPI Kabupaten / Kota;
  4. Berusia tidak lebih 40 tahun (dalam artian belum genap 41 tahun). (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan