2 Tokoh Legend Aktivis Kalsel

 Polkam, Umum

SuaraBorneo.com, Banjarmasin – Para aktivitas menyampaikan pandangannya terkait kondisi di daerahnya yang memprihatinkan, permasalahan kemiskinan ketidak adilan menyebabkan masalah lain seperti konflik sosial, seperti yang sering dilakoni oleh 2 tokoh aktivis Kalsel ini Din Jaya dan H M Hasan, sering vokal menyerukan aspirasi masyarakatnya khusus di Kalimantan Selatan, pada pukul  14.25 Wta mau berangkat ke Jakarta, menghadiri ekpos Kejaksaan Tinggi Kalsel di KPK dalam permasalahan perjalanan Dinas fiktif DPR Kalsel tahun 2015, kata H Hasan, untuk memantau situasi permasalahan yang ada.

Menjadi seorang aktivis bukanlah perkara gampang. Pertama, mereka berjuang melawan sesuatu yang berkuasa. Bisa lembaga pemerintah atau perusahaan yang memiliki pengaruh sangat besar. Kedua, nyawa adalah taruhannya. Menjadi aktivis kemanusiaan atau pun lingkungan pasti tak luput dari banyak masalah. Seperti bentrok dengan pihak yang “berkepentingan”. Jika aktivis ini sangat berani, pihak-pihak yang merasa sangat dirugikan pasti akan mengambil solusi paling mudah.

Berikut ini ada sederet aktivis dari berbagai bidang di Indonesia. Mereka ditemukan tak bernyawa akibat dibunuh oleh oknum tak bertanggung jawab. Mari kita sejenak mengenang perjuangan aktivis-aktivis pembela rakyat kecil ini!

Ada beberapa orang aktivitas dari berbagai bidang di Indonesia, akhirnya mereka ditemukan tak bernyawa akibat dibunuh oleh oknum tak bertanggung jawab, berjuang membela rakyat kecil.

Salim Kancil adalah petani yang juga merupakan aktivis lingkungan di Lumajang, Jawa Timur. Beberapa hari yang lalu, ia ditemukan tewas dengan keadaan mengenaskan di desanya. Kepalanya mendapatkan luka hantaman batu dan juga bekas gergajian. Selama ini Salim Kancil memperjuangkan lingkungannya dengan menolak adanya penambangan pasir.

Tokoh aktivis Munir Said Thalib atau yang akrab disapa Munia merupakan adalah aktivis HAM Indonesia yang banyak menyoroti kekerasan oleh aparat keamanan. Munir meninggal ketika dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, 7 September 2004. Hasil Autopsi menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum di makanan Munir. Jenazah aktivis HAM ini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu.

Marsinah adalah aktivis buruh yang meninggal dengan sangat mengenaskan sekitar tahun 1993. Ia dibunuh oleh orang yang tak dikenal akibat perjuangannya dalam memperjuangkan nasib buruh. Ia berada di garda depan meski usianya masih sangat muda untuk menuntut perbaikan upah buruh yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu.

Heys Eluay adalah seorang aktivis besar di tanah Papua. Theys dibunuh di dalam mobilnya. Tujuh orang eksekutor di lapangan telah ditangkap dan di adili. Namun dalang dan otak dibalik aksi ini masih belum jelas hingga sekarang.

Jopi Perangingangin adalah seorang aktivis lingkungan hidup yang dikenal sangat “vocal” dalam urusan perusakan lingkungan. Semasa hidup dia aktif dalam lembaga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Ia selalu menyuarakan hak-hak petani yang terampas oleh industri ekstraktif seperti kelapa sawit dan tambang. Jopi selalu aktif menyuarakan apa yang ia rasakan ke sosial media. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan