Macet, Jalan Alternatif Dijadikan Tempat Berjualan

 Ekobis, Umum

SuaraBorneo.com, Banjarmasin – Jalan Pasar Lama yang dulunya enak dilewati, sewaktu masih sekolah, sekarang terasa sangat kumuh karena diruas jalan dipasang tenda-tenda untuk berjualan, apalagi disaat jam siang hari Jum’at pulang istrirahat para pegawai sekitar pukul 11.00 Wita untuk melewati jalan Sulawesi jadi macet, untuk menghindari kemacetan jalan alternatif melewati jalan Pasar Lama menuju ke jalan A Yani atau pusat kota, tetapi apa boleh buat malah tambah macet karena di samping kiri kanan jalan dipasangi tenda-tenda berjualan malah memakai separo jalan, apalagi mau lewat dimalam hari terasa angker.

Menurut peraturan mengelola pasar tradisional, pasar tidak termasuk dalam kepentingan yang diperbolehkan menggunakan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas. Selain itu, untuk mendirikan sebuah pasar tidak boleh sembarangan, yakni harus memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk Peraturan Zonasinya.

Meski demikian, ada daerah di Indonesia yang mengatur bahwa Pasar Tradisional dapat berlokasi pada setiap sistem jaringan jalan, namun dengan memperhatikan analisis sosial, ekonomi dan lingkungan.

Adanya pasar pada ruas jalan bisa mengakibatkan terganggunya fungsi jalan. Atas dasar ini, polisi dapat menindak pelaku berdasarkan kewenangannya. Namun, jika hal ini menyangkut penegakan suatu Perda, maka Polisi Pamong Praja-lah (anggota Satpol PP) yang bertindak sebagai aparat pemerintah daerah dalam penegakan Perda dan penyelenggaraan ketertiban umum. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan