Hukum, Nenek Mencuri Kayu Dengan Uang Rakyat 2,3 T

 Opini, Umum

Untitled-12

SuaraBorneo.com – Kita mengingat kembali kejadian di tahun 2015 yang lalu mengenai seorang nenek yang bernama Asyani (67) kasus pencurian kayu jati menjadi terdakwa terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Palu hakim diketuk, Nenek Asyani langsung mengungkapkan amarahnya. Nenek renta berusia 67 tahun ini tak terima dengan vonis bersalah oleh hakim. Nenek Asyani divonis 1 tahun penjara dengan masa percobaan 1 tahun 3 bulan dan denda Rp500 juta subsider 1 hari hukuman percobaan.

Nenek Asyani tidak terima. “Saya sudah bersumpah mati tidak ada gunanya. Pasti ada suap. Saya tidak mencuri. Sumpah pocong, Pak,” kata Nenek Asyani. Asyani didakwa mencuri tujuh batang pohon jati milik perhutani untuk dibuat tempat tidur. Namun Asyani membantah dengan alasan batang pohon jati itu diambil dari lahannya sendiri oleh almarhum suaminya 5 tahun silam.

Sebagai negara hukum, tentunya penegakan hukum yang tidak memihak telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 dimana semua orang diperlakukan sama di depan hukum. Negara hukum yang dimaksud adalah negara yang menegakkan supremasi hukum, untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dan tidak ada kekuasaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun dalam prakteknya hukum indonesia dinilai belum mampu memberikan keadilan kepada masyarakat yang tertindas.

Apa yang terjadi, BAGAIMANA DENGAN HUKUM DI INDONESIA, bagaimana dari oknum yang mencuri Uang Negara yang berjumlah Milyaran sampai Triliun Rupiah, mulai dari pejabat Kepala Daerah sampai Dewan Perwakilan Rakyat, memang baru-baru yang membuat sial nasibnya tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP merugikan Negara Rp. 2,3 Triliun, SN mengalami kecelakaan setelah 1 hari pencarian dikabarkan mau meloloskan diri, sebelumnya memang sempat lolos dalam persidangan, akhirnya resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jangan sampai Koruptor yang mencuri uang Negara adalah menjadi maling terhormat sedangkan maling sendal jepit adalah paling sial ibarat panah hukum cuma tajam ke bawah tumpul ke atas. (Ad-Bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts