Warga Keluhkan Agen Pangkalan LPG 3 Kg

SL-4

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Agen Pangkalan LPG 3 kg di setiap kampung sudah dipersiapkan untuk melayani masyarakat sekitar, akan tetapi yang mempunyai pangkalan mengambil kesempatan keuntungan yang lebih, kadang warga sekitar tidak dapat bagian karena di jual ketempat-tempat penjual LPG lainnya, karena keuntungannya lebih banyak dan barang yang di datang cepat habis, untuk masyarakat dijual harga yang ditetapkan harga HET Rp17.500, mau untung lebih maka beberapa pangkalan menjual ke pengecer dengan harga kisaran Rp20.000 sampai Rp22.000, sumber dari UD yang tidak mau disebutkan namanya.

Dalam 1 minggu pembagian tiap pangkalan 1 kali sampai berjumlah 150 biji, akan tetapi untuk warga dekat pangkalan paling banyak sekitar 50 biji sisanya dijual ke toko-toko atau ketempat pengecer lain, untuk memperoleh untung besar, kadang warga setempat mau beli tidak dapat bagian HABIS untuk keperluan memasak, terpaksa beli ketempat lain dengan harga Rp27.000 sampai Rp30.000, padahal harga yang ditetapkan Pemerintah di Agen pangkalan cuma Rp17.500, apa boleh buat daripada tidak dapat masak air sama goreng ikan, katanya.

Salah satu aktifis LSM Iwan (45) mengatakan, “teman-teman sesama aktifis perlu perhatian masalah demikian demi kepentingan rakyat jangan sampai berlarut-larut karena permainan Agen atau Pangkalan LPG yang sewena-wena tidak memperhatikan masyarakat kampungnya sendiri untuk mendapatkan keuntungan pribadi, lebih baik masyarakat diberikan kupon khusus untuk membeli LPG di Agen Pangkalan tempat mereka berada, jadi tidak ada lagi warga setempat yang tidak dapat bagian, bagi penyalur Pertamina tolong diperhatikan, katanya.

Sesuai ketentuan pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro pada titik serah di agen dan pangkalan resmi adalah Rp16.000- Rp17.500. Sementara harga pengecer berada di antara Rp18.000 – Rp20.000. Sehingga, harga jual di tingkat pangkalan maupun agen harus sesuai ketentuan HET. Agen atau pangkalan yang melakukan penjualan di atas HET atau mempermainkan penyaluran gas LPG 3 kg, bagaimana Pertamina memberikan sanksi tegas. Sanksi dimulai teguran atau pengurangan alokasi hingga dihentikan pasokan gasnya.

Memang Kebijakan pemerintah memberikan subsidi gas 3 kilogram (kg) dinilai tidak efektif. Pemberian subsidi dinilai sebaiknya langsung diberikan kepada masyarakat Dalam perjalanannya, konsumsi gas 3 kg dinilai tidak tepat sasaran. Sesuai ketentuan, gas 3 kg diperuntukan bagi masyarakat miskin dan usaha kecil dan mikro. Namun di lapangan tidak dengan kenyataan. (Ad-Bjm)

Check Also

Berikan Layanan Syariah, Bank Kalsel Resmikan KFS di Jakarta

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pembukaan Kantor Fungsional Syariah (KFS) Jakarta. KFS salah satu jaringan kantor Bank …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.