Persiapan Marquez: 27,5 Crash Menuju Tangga Juara Dunia

 Olahraga

SuaraBorneo.com – Marc Marquez mendapatkan gelar juara dunia keempatnya di kelas primer usai finis ketiga dalam balapan di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (12/11/2017) malam WIB. Kepastian Marquez menjadi juara dunia didapatkan di tengah balapan setelah rivalnya, Andrea Dovizioso terjatuh dan tak bisa melanjutkan balapan.

Dalam konferensi pers selepas balapan, Marquez menceritakan bagaimana persaingan musim ini berlangsung amat ketat dan menegangkan. Sebab performa Repsol Honda di paruh pertama musim juga tak terlalu bagus.

Dia cuma menang dua kali di sembilan balapan pertama atau saat memasuki jeda. Dalam periode itu pula dia sudah dua kali gagal finis, yakni di Argentina dan Prancis. Saking stresnya, Marquez sampai mengalami kerontokan rambut.

Yang tak kalah menarik adalah betapa seringnya Marquez mengalami crashdari akhir pekan ke akhir pekan lainnya. Sepanjang musim ini, total ada 27 kali dia terjatuh.

Itu belum termasuk insiden nyaris jatuh di balapan tadi, ketika di putaran ke-23 terlalu kencang masuk ke tikungan pertama. Marquez meluncur ke luar lintasan dalam posisi rebah bersama motor, tapi berhasil menyelamatkan situasi dengan lutut dan sikunya.

Marquez menegaskan seringnya mengalami crash adalah konsekuensi dari mengejar hasil maksimal dan mengetahui batas-batas sejak di latihan bebas. Tapi dia mengakui tak bisa terus-terusan menerapkan pendekatan ini.

“27 setengah! Itu berarti bahwa perjuangannya tak mudah dan saya ngotot di tiap latihan, saya selalu habis-habisan sejak FP1 dan saya masuk lintasan dengan merasa yakin bahwa saya bisa melaju kencang,” ungkap Marquez dikutip Crash.

“Tentu saja isu ini adalah sesuatu yang perlu kami ubah untuk ke depannya dan selalu saya mencoba untuk realistis. Kami juara dan kami senang bahwa kami juara, tapi ada sejumlah poin yang perlu kami tingkatkan untuk tahun depan.”

“Kami bekerja keras di tes-tes dan melakukan lebih dari 100 putaran di tiap tesnya. Kami menikmatinya meski mengalami banyak crash. Sulit bagi setiap pebalap untuk melupakan setiap kecelakaan dan melaju lagi di pagi hari berikutnya dan menjadi kencang lagi”, katanya. (Ad-Bjm/Cnn)

Related Posts

Tinggalkan Balasan