Korban Gusur Gedung Baru IAIN Antasari, Rektorat Bijaksana Minta Mahasiswa

Untitled-4

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Fakultas IAIN Antasari Banjarmasin salah satu kampus Agama Islam ternama di Kalsel. Berdasarkan berita dan fakta yang terjadi dilapangan, pihak kampus seakan tidak bijaksana dalam merencanakan serta memberikan solusi terhadap relokasi cafetaria di samping Auditorium. Rabu (29/11), beralamat di jalan A. Yani Km. 4,5 Banjarmasin.

Pembangunan Lokal Kuliah Terpadu, Labolatorium dan Ruang Dosen IAIN Antasari Banjarmasin yang menggunakan dana APBN-SBSN PBS tahun 2017 sebesar Rp. 30.416.472.000,- semestinya juga harus memperhatikan kehidupan masyarakat kampus, ketika depan bangunan baru (cafetariat) akan dibuat halaman dan parkiran yang juga akan meratakan bangunan cafetaria, semestinya juga sudah direncanakan jauh hari, akan di relokasi kemana pedagang yang berada dilokasi tersebut. Sumber berita Bung Zainul (Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam)  

Kedua, kenapa setelah bangunan mau jadi, baru dirapatkan pedagang cafetaria mau dipindahkan kemana. Artinya pihak kampus tidak memperhatikan permasalahan ini secara serius. sedangkan pedagang mesti mengosongkan cafetaria sampai tanggal 30 November 2017 ini.
Ketiga, Solusi yang diberikan juga tidak efektif, dengan hanya menyediakan 2 tempat berjualan di samping PSB. Sedangkan ada 5 pedagang yang berjualan ditempat itu, 3 pedagangnya mau dikemanakan?

Kami juga kecewa dengan Pernyataan dari pihak Dharma Wanita yang menaungi dari pedangan cafetaria yang menyatakan salah satu alasan pengosongan cafetaria adalah karena keberadaan cafetaria yang kumuh dan mengganggu keindahan lingkungan. Semestinya hal-hal tersebut bisa diatasi dari Pihak Dharma Wanita yang menaungi cafetaria tersebut. Pedagang itu dikelola BUKAN digusur.

Beberapa pertimbangan kami Cafetariat tetap berada di sekitar lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.
Pertama, ketika para pedagang dipindahkan ke PSB cukup jauh dari Fakultas syariah yang notabene mahasiswanya pelanggan tetap dari pedagang cafetaria.

Kedua, ketika dipindah ke PSB maka asap pembakaran sate akan mengganggu dari perkuliahan di PSB.

Ketiga, harga sewa tempat berdagang di samping PSB cukup mahal, sehingga akan berdampak juga dengan harga minuman dan makanan yang dijual pedagang, yang harganya selama ini pas dengan kantong mahasiswa.

“Kalau permasalahan ini tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak kampus, maka kami juga akan mengambil langkah alternatif SECARA SERIUS..!!”, kata mahasiswa. (Ad-Fb)

261 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Ketua KONI Kapuas : Cabor Diminta Tertib Administrasi dan Tingkatkan Prestasi Atlet

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kapuas, H Saferaniansyah meminta, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.