Terlambat Ruas Jalan Sempit, Kawasan Perkampungan di Kota Banjarmasin

 Opini, Umum

image

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – kondisi sempitnya ruas badan jalan utama di jalan-jalan perkampungan warga di kawasan kota Banjarmasin, masih menjadi kendala utama dan dirasakan sangat mengganggu kegiatan arus lalulintas (lalin), apalagi di waktu hari-hari libur seperti hari minggu, di waktu warga mengadakan acara resepsi perkawinan di pinggiran jalan raya kemacetan sangat terlihat jelas, keributan sering terjadi di antara pengendara yang tidak mau bersabar menunggu, mungkin dalam keadaan lelah atau panas kena terik matahari.

Jalan-jalan yang sering macet, di liat dari pantauan sekitar jalan Antasan Kecil Timur, jalan Kelayan, lebih parah lagi jalan Sungai Lulut, dan yang lainnya, di karenakan di tempat itu sudah banyak pemukiman dan perumahan baru.

Memang sudah terlambat jalan-jalan utama perkampungan di kota Banjarmasin sangat sempit di karena banyak rumah penduduk yang memakai jalan seperti di bikin pagar, tempat-tempat perjualan (kios).

Di kota lain seperti di Palangkaraya, Samarinda jalan sudah di bikin lebar terlebih dahulu, penduduk bertambah padat tidak membuat macet jalan, tetapi di kota Banjarmasin jalan tidak di perhatikan sejak dulu, sudah terlambat, apabila pemerintah mau pelebaran terpaksa harus ganti rugi dulu kepada warga yang mengenai pagar atau kios mereka, apalagi ruas jalan di pakai untuk perjualan seperti di jalan pasar lama, padahal jalan tersebut sebagai jalan alternatif apabila kemacetan di jalan Sulawesi.

Di sinilah peran serta pemerintah jangan jembatan saja yang di bangun, yang lebih terutama jalan harus di perlebar supaya jangan macet di waktu-waktu tertentu, penduduk sudah bertambah padat di kota Banjarmasin. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan