Jembatan, Pelangi di Banjarmasin, Canggih di Belanda, Pencabut Nyawa di Tabalong

 Opini, Umum

BB5

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Pemberitaan di media-media jembatan di bikin warna-warna seperti pelangi bercorakkan sasirangan, di kira tadi di bikin canggih seperti jembatan di Belanda, ngak taunya cuma biasa di beri warna, padahal masih banyak lagi jembatan yang perlu di perbaiki di daerah-daerah atau kabupaten yang tidak layak untuk di lewati demi kenyamanan dan keamanan warga setempat melewati jembatan tersebut, berita serimonial kegiatan acara pemerintahan saja.

Sekian lama pemerintahan silih berganti tidak ada perkembangan di kota yang kita cintai ini, perekonomian masyarakat biasa saja, tidak seperti di negara lain yang kotanya luar biasa indahnya, di kota negara lain perekonomiannya meningkat di karenakan pemerintahannya memperhatikan masyarakatnya, apalagi sekarang SDA sudah mulai habis terjual ke negara lain.

Kita bisa belajar dari negara Cina, cari siswa-siswi dan mahasiswa yang terbaik untuk belajar ke beberapa universitas luar negeri untuk mempelajari bidang teknologi, IT, dan lain sebagainya. Untuk itu sangat perlu kita lihat upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah Cina untuk memajukan industri swasta khusunya UKM, mengingat UKM kita juga sebenarnya punya kemampuan. Hal ini terbukti pada saat krisis moneter justru sektor UKM yang mampu bertahan.

Bagaimana pemerintah menarik minat negara lain untuk berinvestor  dan memberi pelajaran teknologi tinggi, yang justru sangat menarik dari pengalaman Cina adalah besarnya peran Usaha Kecil dan Menegah (UKM) dan bisnis swasta daerah yang disebut sebagai Township and Village Enterprises (TVEs) dalam menopang kekuatan ekspornya.

Untuk mewakili negara Indonesia, Banjarmasin sebaiknya bisa belajar dari kesuksesan Cina mengembangkan dunia usaha dan industrinya. Hal ini jauh lebih baik ketimbang hanya membangun taman, gedung, jembatan, dan lain sebagainya, tanpa memperhatikan perekonomian masyarakat, cintakan lapangan kerja, wajar saja banyak sekarang generasi muda akhirnya terjerumus ke dalam Narkoba, karena tidak ada lagi tujuan hidup, banyaknya pengangguran, tidak ada yang di kerjakan, cuma nongkrong di muka kampung, nasib. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan