Jaman Now, Mahasiswa di Persulit Bikin Skripsi

 Umum

BB6

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Persiapan sudah matang tinggal penelitian untuk menyelesaikan skripsi, mulai dari Bab I, II, dan III, sudah tersusun rapi, tetapi akhirnya pudar dengan adanya perubahan di haruskan menggunakan data yang baru, kebijakan dari pusat kata salah satu dosen di Fakultas Negeri di kota Banjarmasin, FKIP Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), terpaksa para mahasiswa membuat skripsi yang baru, padahal rencana di awal bulan 2018 sudah melaksanakan wisuda, Rabu (6/12), kekecewaan terlihat di wajah salah satu mahasiswa (tidak mau di sebutkan namanya), bersama orang tuanya, sudah banyak waktu terbuang terutama sekali biaya pengeluaran selama anaknya mengerjakan skripsi, baik membeli buku, print, transportasi, dan lain sebagainya.

Sebelumnya orang tua mahasiswa tersebut terlihat senang, tinggal menunggu anaknya menyelesaikan skripsi, wisuda, meraih gelar sarjana, sekarang terlihat stress, mau marah pada anaknya, rasa kasihan, nanti dia juga ikut tress, mau marah sama dosen, apa boleh buat, malah takut nanti anaknya tidak lulus, kata orang tua mahasiswa tersebut.

“Sempat kemarin orang tua mahasiswa tersebut ke kampus, rasa penasaran, apa yang di katakan anaknya apa benar, setelah mendengar penjelasan dosen, mengerti, apa boleh buat”, kata orang tua mahasiswa itu.

“Bukan saya saja, teman-teman juga pusing, sudah mau selesai, jangankan angkatan saya, yang di atas juga sama, bikin ulang skripsi yang sudah di kerjakan sebelumnya, harus menggunakan data yang baru, kalau mau selesai di wisuda kerjakan skripsi dalam bulan ini juga bilang dosen, kata mahasiswa tersebut.

Melihat fenomena tersebut, kenapa kebijakan baru sekarang, setelah para mahasiswa separo jalan sudah mengerjakan skripsi, malah di suruh mengulang kembali, kata dosen kebijakan dari pusat, kasihan para mahasiswa mengharapkan kelulusan, mau menyandang gelar sarjana, belum lagi dapat kerjaan.

Gimana negara mau maju, mahasiswa aja di bikin sulit, akhirnya seperti ini jadi ajang balas dendam, mahasiswa tersebut apabila jadi dosen, akan sama kejadiannya sewaktu dia jadi mahasiswa, di negara lain tidak ada guru atau dosen yang membuat mahasiswa di bikin pusing apalagi mempersulit dalam menyelesaikan kuliahnya, ikuti perkembangan jaman tiru negara-negara yang sudah maju. Zaman Now Jangan di bikin Susah. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan