Warga Amaco Lega Polisi Ringkus Pengolah Tuak

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image

SuaraBorneo.Com, BANJARBARU – Polisi ringkus pengolah tuak di komplek Amaco jalan Kecubung  kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru pada Selasa kemarin (6/12), anggota Shabhara dan Sat  Reskrem Polres Banjarbaru, menemukan delapan buah drum yang berisi penuh minuman keras jenis tuak. Sebanyak dua belas karung kulit kayu pahit yang di duga sebagai bahan campuran untuk pembuatan tuak yang kuat dugaan diolah sendiri oleh SS pemilik rumah.

Menurut salah seorang warga yang tinggal di jalan Barjad, bahhwa merasa lega dengan di garoknya rumah SS tersebut yang sudah lama meresahkan warga seketar dengar hilir mudiknya anak muda membeli minuman tuak yang sangat mengganggu adanya suara knalfot motor terutama pada malam hati yang biasanya ramai, katanya. “Kami penghuni jalan Barjad ini lah yang paling merasakan, transaksi minuman tuak di bungkus dengan plastik itu lewat jendela belakang yakni di jalan Barjad ini” jelasnya.

Diharapkannya pula, Polres Banjarbaru benar-benar memproses SS sebagaimana hukum berlaku hingga tidak kembali mengolah dan mengedarkan minuman yang bisa membuat hilang kesadaran dan meracuni generasi muda itu di lingkungan Amaco khususnya juga Banjarbaru pada umumnya.

Harapan penindakan tegas dari arapat sangatlah beralasan, karena ungkap sumber pula bahwa SS sudah lama bertahun-tahun mengolah sekaligus mengedarkan di rumahnya menghadap jalan Kecubung dan belakangnya jalan Barjad itu hanya puluhan meter saja dengan Mesjid Sabilal Amin di Komplek Amaco itu “seakan tak berdaya” warga sekitar rumah SS. (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan