Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan HSU Akhirnya di Tangkap

 Crime & Hukum, Daerah

 

SuaraBorneo.com, AMUNTAI – Pelaku pembunuhan akhirnya di temukan, gabungan Unit Resmob HSU di pimpin KBO Reskrim Ipda Riyanfa Putra S.Tr.K., dan Jatarnas Tanah Bumbul di pimpin oleh KBO Reskrim Iptu Kris serta Kanit Jatarnas Ipda Toha, Reskrim Polsek Sungai Loban dan Reskrim Polsek Angsana berhasil mengamankan pelaku DPO Polres Amuntai tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dimaksud dalam pasal 365 KUHP ayat 4, kemarin (6/12). 17.15 wita di pelabuhan Dermaga Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu.

Pelaku adalah MR (39), warga Rantau Karau Hulu Rt. 02 Desa Rantau Karau Hulu Sungai pandan, Hulu Sungai Utara. Polisi kemudian membawa Tersangka ke Polres HSU untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya diketahui korban Hj. Aisyah (57) Desa Rantau Karau Hulu RT.3 Kecamatan Sei Pandan, pada hari Minggu (19/11)  sekitar jam 09.00 Wita pergi ke kebun untuk mengambil ubi kayu, namun sampai sholat zuhur korban belum pulang ke rumah, setelah itu suami korban H.Tahir dibantu warga sekitar mencari korban mencari di area  perkebunan tersebut namun tidak di temukan juga,hanya ditemukan di lokasi yaitu keranjang, topi purun, sendal dan linggis milik korban, pada saat itu korban sebelum berangkat ke kebun ada menggunakan perhiasan  emas berupa cincin, kalung dan anting dengan berat keseluruhan sekitar 20 gram.

Lima hari kemudian Pada hari Kamis tanggal 23 November 2017 sekitar jam 15.30 WITA korban di temukan dalam keadaan meninggal di persawahan di Desa Rantau Karau Hulu dengan posisi tertelentang, kemudian emas yang di gunakan oleh korban sudah tidak ada lagi, kemudian korban di bawa ke rumah sakit Amuntai untuk di lakukan Visum.

Ijum yang telah diamankan tak lama setelah penemuan jasad korban. Tersangka Ijum dicurigai pihak keluarga karena saat pencarian korban tidak ikut melakukan pencarian. Dan cucu korban juga sempat melihat kedua tersangka berada di toko emas pasar induk Amuntai. Benar saja menurut kesaksian tersangka Ijum emas hasil pencurian yang dikenakan korban sekitar 20 gram yang terdiri dari kalung, gelang dan cincin dijual dan hasilnya dibagi dua. Ijum mendapat bagian Rp.4 juta sedangkan Masroni mendapat bagian Rp. 2 juta. “Uang hasil penjualan emas sudah habis untuk bersenang senang dengan teman teman, tersangka juga sempat mengadakan pesta dengan mentraktir teman temannya,” ujar Ipda Riyanda. (Ad-Bjm/IEB)

Related Posts