Disperindag Kapuas Tegas, Cabut Izin Pangkalan Jual Melon Melebihi HET

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Pemerintah daerah melalui Diperindagkop dan UKM sudah menyiapkan kepada masyarakat untuk LPG 3 Kg bersubsidi, menyerahkan ke pihak swasta menyalurkan ke agen Pangkalan LPG 3 kg untuk melayani masyarakat umum khususnya daerah perkampungan.

Agen pangkalan sudah di beri kepercayaan oleh pemerintah masih saja nakal menaikkan HET yang sudah di tetapkan Rp. 17.500 pertabung, akan tetapi yang mempunyai pangkalan mengambil kesempatan keuntungan yang lebih, kadang warga sekitar tidak dapat bagian karena di jual ketempat-tempat pengecer lainnya, karena keuntungannya lebih banyak dan barang yang di datang cepat habis, untuk masyarakat di jual harga yang ditetapkan HET Rp. 17.500, mau untung lebih maka beberapa pangkalan menjual ke pengecer dengan harga kisaran Rp. 20 ribu sampai Rp. 22 ribu.

Sepekan agen pangkalan di distribusi berjumlah 150 biji, akan tetapi sekitar 50 biji di jual kepada warga sekitar, sisanya di jual pengecer lain, untuk memperoleh untung besar, warga mau beli tidak dapat bagian selalu habis, akhirnya berimbas beli ketempat pengecer dengan harga kisaran Rp. 28 ribu – Rp. 30 ribu, kata warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Dari sumber berita Kalimanthana, Kapuas, pemerintah daerah berlaku tegas di senyalir lantaran adanya permainan di tingkat pangkalan penjualan gas. Hal ini pun membuat Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kapuas bersikap, dengan segera melayangkan surat peringatan kepada pangkalan gas untuk tidak menjual gas melebihi harga yang telah ditetapkan.

“Kita akan buat surat untuk semua pangkalan agar tidak menjual gas elpiji melebihi harga yang telah ditetapkan. Kalau kita temukan ada menjual di atas HET maka akan kita tindak dengan tegas,” kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kapuas, Suparman, Selasa kemarin (19/12/2017). Adapun tindakan tegas tersebut sampai pada proses pencabutan izin usaha pangkalan

“Kalau pangkalan-pangkalan itu bandel, maka akan dicabut izin usahanya,” tegasnya.

Mantan Camat Selat ini pun mengatakan, bahwa pada hari ini, Selasa kemarin (19/12/2017), pihaknya bersama dengan aparat kepolisian telah turun ke lapangan untuk mengecek penjualan gas elpiji di tingkat agen.

“Di tingkat agen sudah kita cek dan harganya tidak ada kenaikan yaitu tetap Rp. 15.250. Tapi di pangkalan informasinya ada yang jual Rp. 22 ribu sampai Rp. 25 ribu pertabung. Padahal HET di pangkalan sebenarnya cuma Rp. 17.500 saja,” terang Suparman.

Memang Kebijakan pemerintah memberikan subsidi gas 3 kg di nilai tidak efektif. Pemberian subsidi dinilai sebaiknya langsung diberikan kepada masyarakat Dalam perjalanannya, konsumsi gas 3 kg dinilai tidak tepat sasaran. Sesuai ketentuan, gas 3 kg diperuntukan bagi masyarakat miskin dan usaha kecil dan mikro. Namun di lapangan tidak dengan kenyataan. (Ad/Kk-Bjm)

335 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Dinsos Tinjau Rumah Singgah Loka Bina Karya Untuk Penderita ODGJ

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dinas Sosial Kabupaten Kapuas meninjau fasilitas Rumah Singgah Loka Bina Karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.