Pemilihan Ketua PWNU, Tanpa Politik dan Rangkap Jabatan

 Umum

Suaraborneo.com. BANJARMASIN – Mekanisme pemilihan ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menjelang Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) se Kalimantan Selatan pada tanggal 22 Desember 2017, beberapa orang kandidat sebagai ketua akan di persiapkan.

Para kandidat ketua PWNU akan memperebutkan suara, terdiri 15 PCNU dan 1 unsur PWNU. Sebelum masuk ke proses pemilihan, para calon di syaratkan minimal mengantongi dukungan separo atau lebih cabang yang ada di Kalsel.

“Kami sangat menginginkan Ketua Pengurus Wilayah NU Kalsel mendatang, jauh dari kepentingan politik. Karena, warga nahdliyyin sudah banyak yang tercerai berai karena silau dengan rayuan politik praktis,” kata kader muda NU juga sebagai aktivis yang namanya tidak mau disebutkan.

“Apalagi seseorang yang sudah mempunyai jabatan, misalnya selaku Sekda provinsi, tidak perlu lagi memimpin NU Kalsel, karena sudah ada pekerjaan selaku Sekda, karena nantinya tidak konsentrasi menambah beban di dunia dan akhirat,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, peserta Konferwil hendaknya memahami berbagai problem yang melilit NU Kalsel. Sehingga, dapat jernih dalam memilih Ketua.

Setelah nantinya seseorang yang terpilih sebagai ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, agar dapat menuntun ummat, karena di Kalsel banyak memiliki ulama NU dan  beberapa ratusan pondok pesantren, agar dapat memimpin ke depan yang amanah dan memajukan organisasi yang lebih baik, katanya. (Ad-Bjm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan