Penggemar Zineth Berkurang Oplosan Alkohol Jadi Favorit

 Crime & Hukum, Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Mulai berkurangnya peredaran obat pil zineth dan PCC di masyarakat sudah mulai membuahkan hasil yang sangat membanggakan,ini berkat kinerja dari pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dalam menumpas peredaran obat obatnya terlarang tersebut, untuk memasuki kawasan wilayah Polda Kalimantan Selatan.

Berkurangnya obat-obatnya tersebut di sebabkan oleh berhasilnya pihak kepolisian yang berhasil menumpas peredaran obat terlarang tersebut juga juga dampak sangat mahalnya obat carnophen tersebut. Menurut pantauan kami di lapangkan pada saat ini harga obat ajaran tersebut telah mencapai harga berkisar dari untuk pil zineth saja sudah mencapai Rp.120.000/strip sedangkan untuk PCC seharga Rp. 80.000/Strip dan itu pun tidak tentu ada.

Keseriusan Polda Kalimantan Selatan saat ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan,tetapi dari semua itu di saat mulai berkurangnya peredaran obat tersebut ternyata para anak muda masih banyak yang mengkonsumsi minuman pplosan (Alkohol) atau yang yang biasa dikenal dengan sebutan Aldo, selain beralih kehidupan oplosan, juga ada yang masih menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Ini merupakan satu lagi tugas tambahan bagi pihak pemerintah dan kepolisian untuk menumpas tindak kriminalitas tersebut, apalagi menurut pantauan kami di lapangan ternyata narkoba jenis sabu sekarang bertambah banyak penikmatnya, selain itu harga dari benda tersebut yang sangat terjangkau karena dijual dengan ukuran paket hemat (Pahe).

Menurut pendapat dari Dr.H. Assykin Nomor,  S.Pkj., menjelaskan bahwa bagi para pengguna obat-obatan terlarang itu tidak seharusnya di konsumsi karena karena dampak dari penggunaan tersebut dapat membuat kerusakan organisasi tubuh orang tersebut yaitu ginjal apabila mengkonsumsinya dalam waktu panjang.

“Sedangkan untuk minuman oplosan juga ada dampak negatifnya yaitu dapat mempengaruhi penglihatan seseorang bahkan sampai menyebabkan kebutaan, lain hal nya dengan narkoba jenis sabu juga dapat mengakibatkan rusaknya organ paru dan dapat memutuskan urat saraf di otak sehingga dapat membuat seseorang menjadi Paranoid (stress berat) bahkan dapat menimbulkan kegilaan.”

“Untuk itu di RSJD Sambang Lihum Banjarmasin pasien di sana yang banyak penghuninya adalah pasien pengguna narkoba, di tambahkan beliau apabila ada keluarga kita yang ketergantungan dan ingin berobat untuk di rehabilitasi silahkan dibawa saja ketempat RSJD Sambang Lihum Banjarmasin,” Himbaunya. (Ad/Gt.Ir-Bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts