Akhirnya, PLN Kalselteng Jamin Tak Ada Padam Listrik Sampai Tahun Baru

 Umum

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Setelah beberapa kali di keluhkan oleh masyarakat khususnya warga pemukiman Banjarmasin Utara. General Manager PT PLN Wilayah Kalselteng, Rustamadji, mengatakan PLN tidak akan melakukan pemadaman pasokan setrum selama momen Natal dan tahun baru 2018. Menurut dia, PLN berkomitmen memberi kenyamanan kepada masyarakat Kalsel dan Kalteng di tengah perayaan Natal dan tahun baru.

Rustamadji merinci pasokan listrik interkoneksi Barito yang membawahi Kalselteng mencapai 648,6 mega watt (MW) dengan beban puncak sebesar 572,4 MW. “Sehingga masih surplus daya listrik 76,2 MW,” kata Rustamadji lewat keterangan resmi, Sabtu 23 Desember 2017. Sumber di kutip dari tempo.

Menjelang Natal dan tahun baru 2018, Rustamadji menghentikan pemeliharaan rutin jaringan, keculi ada force majeur yang harus dilakukan pemeliharaan jaringan listrik. Selain itu, Rustamadji menerjunkan 965 petugas teknik yang siaga 24 jam sehari untuk memastikan daya setrum tetap stabil.

Seluruh petugas menyebar di seluruh posko siaga yang berada di 33 kantor rayon seluruh Kalselteng.  Ia meminta seluruh kantor pelayanan PLN melakukan gelar peralatan dan personel untuk memastikan kesiapan menjaga kehandalan daya Sistem Barito. “Tidak ada pemeliharaan jaringan pada H-3 sampai H+3 Natal, kecuali emergency,” ucap Rustamadji.

Maklum, warga Kalsel memang patut ketar-ketir karena PLN Kalselteng pernah melakukan pemadaman ketika menjalang dan saat Idul Adha 1438 Hijriah pada 1 September 2017. Pemicuanya: gangguan transmisi 150 KV dan pasokan setrum PLTU Asam-Asam gagal masuk Sistem Barito.

Rustamadji menuturkan PLN sudah rutin melakukan pemeliharaan jaringan distribusi demi menjaga kehandalan pasokan setrum, seperti inspeksi jaringan dan perbaikan peralatan kelistrikan yang berpotensi memicu gangguan. Ia pun mengklaim pemeliharaan rutin sukses menekan tingkat gangguan jaringan distribusi dari 9.334 kasus gangguan pada 2015 menjadi 6.903 gangguan pada 2016.

Adapun pada periode Januari-pekan kedua Desember 2017 tercatat ada 3.136 gangguan . “Tahun 2015-2016 gangguan distribusi menurun sebanyak 26,04 persen dan tahun 2016-2017 gangguan distribusi turun sebanyak 54,57 persen,” ia melanjutkan.

Bekas GM PLN Kalimantan Timur, itu menambahkan PLN Kalselteng terus memperluas jaringan tegangan menengah sepanjang 512,7 KMS, dari 13.851,18 KMS pada 2016 menjadi 14.363,88 KMS pada 2017.

Itu sebabnya, Rustamadji terus mendukung pertumbuhan industri daerah di Kalselteng. Ia mendasarkan pada indikator bertambahnya jumlah pelanggan, pelanggan industri, pelanggan bisnis, dan pelanggan premium. Jumlah pelanggan listrik Kalselteng sebanyak 1.541.064 pada 2016 menjadi sebanyak 1.657.834 pada 2017 (naik 7,58%).

Adapun pelanggan industri melonjak dari 687 pada 2016 menjadi 776 pelanggan pada 2017 (12,95%), pelanggan bisnis melesat dari 103.556 pelanggan pada 2016 menjadi 112.491 pelanggan pada 2017 (8,63%), dan pelanggan premium naik dari 13 pelanggan ke 25 pelanggan pada 2017 (92,31%).

Selain itu, ia menambahkan, rasio elektrifikasi di pelosok desa se-Kalsel mencapai 96,5 persen dan desa se-Kalteng mencapai 86,3 persen. Di Kalsel, PLN membangun PLTD dalam program listrik desa yang tersebar di 43 desa dengan investasi Rp 61,75 miliar, panjang jaringan tegangan menengah 160,02 KMS, panjang jaringan tegangan rendah 113,9 KMS dan gardu distribusi 4,57 MVA.

Adapun di Kalteng, program listrik desa PLN menyasar 21 desa/dusun dengan investasi Rp 61,3 miliar, panjang jaringan tegangan menengah 151,283 KMS, jaringan tegangan rendah 76,540 KMS, dan gardu distribbusi 2,75 MVA. (Ad-Bjm/Tempo)

Related Posts

Tinggalkan Balasan