Disinyalir 500 Orang Warga Banjarbaru Tertular HIV/AIDS Belum Terdeteksi

image
SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Estimasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2012 menyatakan ada 864 warga Banjarbaru sudah tertular HIV, namun  yang ditemukan sampai November 2017 tadi hanya 265 saja.

“Jadi masih terdapat 500-an yang belum terdeteksi.” Reka Nadjmi Adhani Walikota Banjarbaru seraya manambahkan yang mungkin saja mereka ini tidak mempunyai pengetahuan cukup tentang HIV dan belum melakukan tes.

Dituturkan Nadjmi pula bahwa seluruh Puskesmas yang ada Kota di Banjarbaru, UTD RSUD Idaman, BNNK sudah menyediakan pelayanan dan tes gratis, yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat, himbaunya.

Namun dibalik kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan bahayanya HIV/AIDS yang dapat menularkan ini, Nadjmi Adhani patut berbangga dengan memberikan apresiasi tinggi kepada 3 SLTP dan 3 SLTA di Banjarbaru, yang tertinggi proporsi siswanya berpengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS.

Adapun sekolah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Al Falah Puteri, SMPN 11, SMPN 3, Madrasah Aliyah Al Falah Puteri, Madrasah Aliyah Misbahul Munir dan SMK Yapkesbi.

Dibeberkan Nadjmi pula,  Pemko Banjarbaru saat ini sudah dan sedang melakukan upaya di sektor hulu, yakni memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV/AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun, terutama siswa kelas 3 SLTP–kelas 3 SLTA, ini agar mereka tidak berperilaku berisiko tertular HIV. Konseling dan tes HIV juga dilakukan pada ibu hamil dan pemohon SIM.

“Hal ini juga diberikan kepada calon pengantin, agar setelah menikah mereka tidak berperilaku berisiko tertular HIV. Tes juga harus dilakukan, agar tidak terjadi penularan HIV dalam ikatan nikah,” tegas Nadjmi.

Dijelaskan Nadjmi pula, apabila masyarakat ada yang menemukan kasus HIV, kita patut memperhatikan hal itu, artinya warga tersebut baru saja tertular HIV.

Prognosisnya baik, jadi secara dini dapat di lakukan konseling agar tidak menulari orang lain dan mau berobat ke rumah sakit. Biasanya kata Nadjmi, kasus AIDS ini ditemukan di rumah sakit. “Kita patut bersedih, artinya warga tersebut sudah lebih dari 5 tahun terinfeksi dan dia juga berisiko meninggal sebesar 20 persen dan prognosisnya buruk. Jadi, selama rentang waktu 5 tahun itu, dia diduga secara tidak sadar sudah menulari ke orang lain,” ungkap Nadjmi.

Ditambahkannya pula, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, pelaksanaan program penanggulangan AIDS di Banjarbaru menunjukkan tanda cukup menggembirakan, yaitu semakin banyaknya warga yang berhasil di deteksi mengidap HIV. Ini terjadi karena dalam 2 tahun tersebut banyak di lakukan tes HIV.

”Pada 2016 dilakukan tes HIV kepada 10 ribuan penduduk dan di deteksi 58 pengidap, pada 2017 ada 11 ribuan penduduk, di deteksi 58 pengidap hingga akhir November 2017,” pangkas Nadjimi. (Aha-Bjb)

Check Also

Berbaur Dengan Warga, Anggota Satgas TMMD ke-103 Kodim 1002/Barabai Melaksanakan Bermacam Sasaran Kegiatan dan Satgas TMMD Pun Turun ke Lapangan

BARABAI – Dandim 1002/Barabai Letkol Inf Nur Rohman Zein, SE, MM, selaku Dansatgas TMMD ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.