Misteri Kematian Mahasiswa Uvaya, Keluarga Menerima Dengan Ikhlas

 Daerah, Umum

image

SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Di temukannya sesosok mayat di belakang Kampus Uvaya pada Rabu (12/27), yang di ketahui bernama M. Hasri Rianto (23) adalah mahasiswa Upaya jurusan PGSD semester 5 asal Padang Batung-Tabihi desa Kembang Besar Kandangan (Hulu Sungai Selatan) provinsi Kalimantan Selatan.

Korban yang sehari-hari tinggal di sekretariat Mapala Uvaya itu sebelumnya pada Jumat sore berangkat bersama rekan-rekannya sesama anggota Mapala ke Mandingin mengikuti kegiatan, namun karena kondisi tidak enak badan, pada Minggu sore pulang duluan ke Banjarbaru sementara rekan-rekannya masih bertahan di Mandingin.

“Saya di lapori oleh mahasiswa bahwa orang tertelungkup di bawah pohon pisang,” ujar staf TU itu pada SuaraBorneo. Dengan spontan tambahnya, berlari menuju belakang di antara dua Kampus yang berjarak 100 meter di lahan kebun tanaman singkong dan pisang itu, korban dengan baju kaos warna biru muda dan celana panjang hitam tertelungkup dengan wajah bersimbah darah.

Dan yang mengagetkan lagi,  bahwa adalah M. Hadri mahasiswa Fakultas PGSD yang sehari-hari tinggal di sekretariat Mapala Upaya seraya mengontak Polres Banjarbaru,katanya menjelaskan.  Sementara Kasat Reskrem Polres Banjarbaru AKP. A. Andi S., S.H.,S.I.K.,M.M., membenarkan adanya  korban di lingkungan kampus Uvaya. Namun penyebab kematian tidak bisa memastikan. Karena, kata Andi pihak keluarga yakni orang tua korban tidak bersedia di otopsi, dan menerima dengan ikhlas atas kepergian anaknya.

Di singgung adanya darah yang keluar pada mulut dan hidung, mungkin saja ujar Andi almarhum terjatuh hingga terjerebab ke tanah hingga mengakibatkan keluarnya darah dari mulut dan hidung. “Atau mungkin juga ada riwayat penyakit sebelumnya” kata Andi seraya menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan