Fee Rp 1,8 Miliar Proyek RS Daman Huri, Bupati Abdul Latif Diciduk KPK

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Mengawali di tahun 2018, salah satu pejabat pemerintahan kabupaten di Kalsel menjadi target Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan ternyata Operasi Tangkap Tangan (OTT) kali ini terjerat Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif, ST.SH.MH., di Barabai, Kamis (4/1/18).

Informasi di dapat dari staf ahli dari Abdul Latif, sebagai saksi pada saat KPK masuk di ruang kerja Bupati dan sebelumnya pada pukul 07.00 pagi penggeledahan di rumah H. Fauzan hingga berlanjut ke ruang kerja Bupati pada pukul 09.30 Wita

Informasi dari wartawan kami, menyebut OTT itu terkait dengan proyek pembangunan ruangan rumah sakit Daman Huri Barabai senilai Rp. 10 miliar, fee Rp. 1,8 miliar itu yang pertama kali di tanyakan KPK kepada Abdul Latif dan akhirnya ruang kerja Bupati, serta beberapa ruangan di rumah sakit ini turut di segel atau di pasang tanda KPK.

Sedangkan, informasi yang kami himpun menyebutkan bahwa tim penyidik KPK yang melakukan OTT harus memeriksa Bupati Abdul Latif bersama Fauzan dan Abdul Basid. Satu versi menyebutkan pemeriksaan berlangsung di Mako Brimobda Banjarbaru.

Wartawan kami dan yang lainnya sempat kebingungan tidak sempat melihat keberangkatan Bupati dan tim KPK, karena seakan-akan di sembunyikan dan di berangkatkan dari mana tidak ada yang tau, tetapi informasi tetap kami dapat, di berangkatkan ke Jakarta penerbangan terakhir dengan menggunakan pesawat Garuda delay 1 pukul 21.15 Wita. (Ad/Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan