Kapolda: Polisi Merampok Ingin Gaya Hidup Hedonis

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Setelah mendapat informasi baru, dari Polres Banjar, bahwa sisa uang dari hasil rampokan telah di temukan, berada di rumah rekan tersangka Yongky beralamat di daerah Astambul kabupaten Banjar, Jum’at (15/1/18) pukul 20.45 Wita Kapolda Rachmat Mulyana langsung berangkat ke Mapolres Banjar, uang baru di temukan berjumlah Rp 5,2 milliar, barang bukti pertama berjumlah Rp 4,390 milliar dari total jumlah Rp 10 milliar.

“Masih kurang Rp 400 juta, “anggota sudah saya perintahkan untuk mencari sisanya yang belum di temukan,” kata Mulyana.

Kepala Polda Kalimantan Selatan, Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana, mengatakan oknum polisi perampok duit Bank Mandiri bernama Brigadir Polisi Jumadi memang punya gaya hidup mewah alias hedonis. Menurut dia, Brigpol Jumadi berhasrat meniru gaya hidup seorang Kepala Kepolisian Daerah.

Menurut dia, Brigpol Jumadi beraksi dengan Yongky Susanto (34) saat merampok uang Rp 10 miliar milik Bank Mandiri.

“Memang gaya hidupnya (Brigpol Jumadi) hedonis. Pangkatnya Brigadir, tapi ingin gaya hidup seperti Kapolda,” ujar Brigadir Jenderal Rachmat Hidayat seraya tertawa di sela pres rilis di Mapolda Kalsel, Jumat (5/1/18).

Polisi telah meringkus Jumadi di daerah perumahan Swargaloka, Jalan Golf, Landasan Ulin, Banjarbaru. Uang hasil rampokan pertama tersangka Jumadi mengubur berjumlah Rp 4,5 miliar di halaman belakang rumah saudaranya.

Selain itu, kata Rachmat, Brigpol Jumadi punya kelakuan buruk selama berkarier di Kepolisian karena sudah tiga kali kedapatan melanggar disiplin, seperti penyalahgunaan narkoba dan penelantaran istri. Dia akan menjatuhkan sanksi berat kepada Brigpol Jumadi, termasuk pemecatan, tapi mesti menunggu vonis persidangan untuk melangkah ke sidang kode etik profesi.

Brigjen Rachmat terus mendalami peran Gugum karena ia meminta Brigpol Jumadi mengawal uang tanpa ada permintaan resmi ke institusi resmi Polres Tabalong. Rachmat Mulyana mengimbau agar perbankan memakai mekanisme resmi ketika meminta Polisi mengawal pendistribusian uang. “Prosedur pengawalan harus mengajukan surat resmi, tidak by phone perorang, lah ini per telepon minta pengawalannya. Sudah salah ini, kami akan tertibkan lagi,” kata dia. (Aha/Humpolda-Kalsel)

337 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Check Also

Asah Mental, Fisik dan Disiplin Karyawan Baru, Bank Kalsel Kerjasama dengan Rindam VI Mulawarman

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel dalam rangka mengasah pembinaan mental, fisik, dan disiplin pegawai yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.