Pengedaran Ganja di Kendalikan Narapida Lapas Banjarmasin

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, MARTAPURA – Satresnarkoba Polres Banjar berhasil mengungkap jaringan peredaran ganja lintas  kota. Selain menyita barang bukti ganja cukup banyak,  personel juga meringkus dua orang tersangka.

Alex Praja Pura alias Alex (29) warga Jalan Kompleks Permata Bunda RT 15,  Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru, dan Daris Setiawan (25) warga Jalan PM Noor Kompleks Permata Bunda Sungai Ulin Banjarbaru, diringkus.

Barang buktinya di kemas dengan berat berbeda. Paket berat 19 gram yang di bungkus kotak kopi, dua linting berat 2 gram, bentuk paketan berat 33 gram dan 26 gram, serta berbentuk biji sebanyak 9 buah di kemas dalam plastik berat 72 gram. Selain itu dalam polyback berat 140 gram, serta dua pohon ganja dan uang hasil penjual Rp 850 ribu.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanette, Kamis (4/1/18) siang, mengatakan bahwa terungkapnya jaringan tersebut, Polisi mendapatkan laporan dari petugas J&T Express Sekumpul, yang menyebut ada paket mencurigakan diantar seseorang.

Kemudian personel bergegas melakukan pemeriksaan. Hasilnya diketahui paketan itu berisikan ganja. Untuk mendapatkan petunjuk,  petugas melakukan pemeriksaan saksi dan CCTV,  hingga didapatkan titik terang kalau orang yang mengantar paketan tersebut mengendarai roda dua Honda CB warna hitam Nopol DA5255 CL, dengan ciri-ciri perawakan tinggi  dan berkulit putih.

“Pertama kami tangkap Alex, Rabu (3/1/18) dan ditemukan barang bukti dua linting ganja disimpan di dalam kotak rokok,” terang Takdir di dampingi Wakapolres Banjar Kompol Aji Lukman.

Penyilidikan terus kembangan di tempat tinggalnya di Kompleks Permata Bunda. Di sana banyak ditemukan ganja berbagai paketan dan pohon ganja.      Dan Alex pun mengakui kalau barang yang hendak dikirim melalui J&T adalah miliknya.

“Orang yang mengantar ke J&T adalah Daris, orang suruhan Alex dan mereka mengakui,” jelas Takdir.

Diungkapkan Kapolres, pengakuan mereka dalam satu paket bisa menjual Rp 1,2 juta dengan berat 170 gram. Sementara untuk wilayah peredaran di Banjarbaru dan Martapura hingga Banjarmasin.

Sedangkan hasil penyelidikan mendalam polisi mendapatkan bahwa jaringan tersebut berasal dari Medan yang dikendalikan seorang warga binaan berinisial H di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin.

“Ini yang masih perlu kami dalami keterlibatan narapidana. Mereka mengaku sebelumnya ada mengirim paketan datang berat 5 Kg melalui jasa yang sama dan mendapatkan untung Rp 14 juta,” kata Takdir di dampingi juga Kasat Narkoba Iptu Achmad Jarkasi. (Aha-Bjb)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts