Kronologi Ditetapkannya Abdul Latif Jadi Tersangka KPK

image

SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Abdul Latif Bupati Hulu Sungai Tengah yang terjaring operasi KPK hingga ditetapkan sebagai tersangka mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1) dan juga KPK menetapkan empat orang tersangka dengan commitment fee sebesar Rp 3,6 Miliar yang diduga sebagai uang suap pembangunan RSUD Damanhuri Barabai. Berawal dari penangkapan Donny Winoto di Bandara Juanda Surabaya saat akan terbang ke Banjarmasin pada Kamis pukul 09.20 WIB.

Sementara tim KPK yang lain menangkap Fauzan Rifani di kediamannya di Jalan Surapati Kecamatan Batang Alai Selatan, dan tim KPK berhasil mengamankan juga sejumlah buku tabungan.

KPK pun bergegas mengamankan Abdul Latif di kantornya yang dilanjutkan membawanya ke rumah dinasnya dengan mengamankan uang sejumlah Rp 65.650.000 dan sejumlah buku tabungan yang salah satunya milik H.Fauzan Ketua Kadin setempat.

Sementar Abdul Basyit Dirut PT Sugriwa Agung diamankan di Pasar Murakata Barabai.

Kemudian KPK menangkap pejabat pembuat komitmen Pemkab HST Rudi Nafarin dan Yushan Afarin serta konsultan pengawas Tukiman. Hasilnya dari operasi itu KPK menetapkan empat tersangka adalah Bupati Hulu Sungai Tengah periode 2016-2021 Abdul Latif, Fauzan Rifani Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) HST, Abdul Basit Direktur Utama PT Sugriwa Agung, Donny Winoto sebagai pemberi adalah  merupakan Direktur Utama PT Menara Agung yang di tangkap di Surabaya. (Aha-Bjb)

Check Also

Peringati Hari Juang Kartika, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Pengobatan dan Sunatan Massal

BANJARMASIN – Peringati Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 1007/Banjarmasin Korem 101/Antasari gelar bhakti sosial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.