Kuat Dugaan Oknum TNI Juga Terlibat Perampokan Uang Bank Mandiri

SuaraBorneo.com. BANJARMASIN – Polda Kalsel terus memburu pencarian sisa uang dari perampokan uang Bank Mandiri Cabang Tanjung sebesar Rp 10 miliar yang terjadi Kamis 4 Januari lalu. Namun santer terdengar bahwa disinyalir ada keterlibatan oknum TNI AD berinisial AP dari Kodim Tanjung. Bahkan, uang hasil rampokan sebesar Rp 5,2 miliar yang ditemukan jajaran Polda Kalsel di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Jumat malam ada di rumah AP.

Dandim 1008/Tanjung Letkol Arm Anang Krisna Indra Kumara melalui Kepala Penerangan Korem 101 Antasari, Mayor Iskandar belum berani memastikan dugaan keterlibatan oknum TNI AD berinisial AP yang turut serta melakukan perampokan, namun membenarkan jika oknum berinisial AP bertugas di Kodim 1008/Tanjung. “Kami tak berwenang menyatakan oknum tersebut salah atau benar. Kasus ini sepenuhnya berada di aparat Kepolisian.

Dugaan keterlibatan oknum yang bertugas di Koramil Muara Uya itu pada saat Polda Kalsel menggelar rilis temuan hasil uang rampokan Sabtu malam senilai Rp 360 juta yang ditemukan di rumah teman tersangka Yongki, berinisial AP.

Dugaan juga didasari informasi hasil pengembangan jajaran Polda Kalsel usai meringkus pelaku Yongki dan Jumadi. bahkan santer juga terdengar niat jahat ini sudah direncanakan para pelaku sejak bulan November 2017 silam bersama oknum TNI berinisial AP.

AP sendiri pada saat terjadinya perampokan itu, berangkat dari Tanjung ke Banjarmasin bersama Yongki menggunakkan mobil Daihatsu Xenia Warna Silver (Mobil rental yang tidak diketahui Nopolnya) di sopir oleh Yongki.

Memasuki kota Banjarbaru langsung menuju Rumah Makan Wong Solo yang ketika itu sudah ada Jumadi bersama Gugum dan Atika yang sedang makan siang disana.

Saat itulah Yongki ikut numpang mobil Bank Mandiri Cabang Tanjung itu, sedangkan AP berlalu dengan mobil rental itu. Dan terjadilah perampokan yang menghebohkan itu. Yongky mengantar Jumadi ke Banjarbaru setelah menurunkan Gugum dan Atika di pinggir jalan Gubernur Soebardjo Gambut. Yongki pun berangkat menuju Q Mall Banjarbaru untuk menjemput AP menunggu sana.

Pada pukul 9 malam Yongki dan AP melaju menggunakan mobil rental arah Tanjung. Sesampai di Binuang Kabupaten Tapin, terlihat di depan Polsek Binuang sedang diadakan razia, dan Yongki memutuskan balik arah kembali menuju Martapura dan berhenti di salah satu Toko Ponsel daerah Binuang untuk membeli Ponsel sekaligus membeli sepeda motor Honda Vario  pake uang hasil rampokan.

Perjalanan lanjut menuju arah Martapura dan berhenti di daerah Mataraman, kemudian disepakati bahwa uang hasil rampokan disimpan di rumah saudara AP di Desa Gunung Balai Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. AP menggunakan Sepeda Motor Honda Vario membawa empat karung yang berisi uang hasil rampokan ke rumah saudaranya atas nama Sudiono.

Dalam karung besar yang dicampur dengan padi yang selanjutnya Yongki dengan menggunakan mobil rental tadi meninggalkan AP menuju Tanjung. Sedang AP baru berangkat ke Tanjung keesokan harinya.

Danrem 101 Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya saat ditanya wartawan, akan memberikan keterangan  dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD, tunggu besok saya sampaikan,” ujarnya.

Dirkrimum Polda Kalsel Kombes Pol Sofyan Hidayat sendiri masih enggan memberikan keterangan tentang keterlibatan oknum TNI ini. “Enggak, yang jelas masih kita dalami, untuk sementara tersangkanya masih Yongki dan Jumadi,” katanya. (Ad/Aha-Bjb)

395 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Walhi Kalteng, Solidaritas Bersama Tolak Diskriminasi Rasial Terhadap Mahasiswa Papua

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah, mahasiswa Papua Palangka Raya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.