Dandim 1008 Tanjung Sanggah Keterlibatan Langsung Anggotanya

image

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Komandan Kodim 1008/Tabalong, Letnan Kolonel Anang Krisna Indra Kumara mengatakan, Polisi Militer Korem 101/Antasari sedang memeriksa dugaan keterlibatan oknum TNI bernama Kopral Dua Apung yang bertugas di Kodim Tabalong. “Namun, Anang mendapatkan cerita lain atas dugaan keterlibatan Kopda Apung dalam aksi perampokan uang Bank Mandiri pada Kamis pekan lalu (04/01/2018).

Menurut Letkol Anang, Kopda Apung menerima empat karung uang curian karena pelaku Yongky Susanto beralasan duit sebanyak Rp 5,5 miliar itu hasil penjualan tanah. Kebetulan, kata Anang, Kopda Apung sedang berada di rumah kerabatnya di kawasan Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Kalsel.

Ia memastikan anggota TNI tidak terlibat langsung ketika perampokan. Setelah membagi uang hasil perampokan dengan Jumadi, tersangka Yongki sendirian kembali ke Tabalong memakai kendaraan roda empat.

“Karena di Binuang itu ada razia, Yongky balik kanan, takut karena bawa uang separu dari hasil itu. Di situ, Yongky menelepon temannya atas nama Kopda Apung, menanyakan apakah Kopda Apung bisa bantu saya (Yongky),” ujar Letkol Anang Krisna menirukan perbincangan Yongky dan Kopda Apung, Senin (08/01/2018).

Kemudian, kata Anang, Kopda Apung bertanya apa yang bisa dibantu. “Yongky menjawab titip uang, Kopda Apung tanya uang apa? Uang hasil penjualan tanah. Memang saat itu Kopda Apung di rumah saudaranya di Martapura,” ujar Anang.

Yongky dan Kopda Apung lalu janjian bertemu di sekitaran Astambul. Di sana, Yongky sudah menyiapkan sepeda motor yang baru dibeli beserta uang dalam karung. Alhasil, Apung menyimpan duit ‘penjualan tanah’ itu di tempat kakaknya di Kecamatan Karang Intan, Banjar. Adapun Yongky melanjutkan perjalanan ke Tabalong setelah serah terima uang.

Jum’at pagi, Kopda Apung bertolak ke Tabalong untuk dinas kembali. Setelah shalat Jum’at, Kapolres Tabalong mengabarkan ada dugaan keterlibatan anggota TNI bernama Kopda Apung terlibat perampokan dengan peran menyimpan uang.

Letkol Anang bergegas menggelar apel dan memeriksa setiap anggotanya. Ia bertanya ke Kopda Apung apakah menerima uang dalam jumlah besar. Kopda Apung membenarkan menerima titipan uang empat karung. Namun, Kopda Apung mengaku uang itu hasil ‘penjualan tanah’ yang diberikan Yongky.

“Bodoh kamu, itu uang hasil pencuriaan. Segera jam 3 sore, saya putuskan saya dan kamu harus ambil uang itu ke Astambul. Syukur Alhamdulilah uang masih ada. Saya ambil, saudara kakaknya tahunya ini uang hasil penjualan tanah,” ujar Letkol Anang Krisna.

Uang itu kemudian diserah terimakan di Mapolres Banjar. Ia sudah menyerahkan ke Polisi Militer Korem Antasari untuk memproses keterlibatan Kopda Apung.

“Mohon sabar, pemeriksaan masih di POM. Kopda Apung dinasnya di koperasi, saya lihat anaknya jujur, tidak ada masalah dengan istri atau keluarga. Kalau hutang BRI wajar lah, saya juga hutang di BRI. Pelanggaran disiplin tidak pernah,” kata Letkol Anang. (Ady/Aha-Bjb/Kabkal)

345 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Walhi Kalteng, Solidaritas Bersama Tolak Diskriminasi Rasial Terhadap Mahasiswa Papua

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah, mahasiswa Papua Palangka Raya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.