Seorang Napi Teluk Dalam Mengakhiri Hidup dengan Gantung Diri

SuaraBorneo.com, BANJARMASIN – Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas II A Teluk Dalam Banjarmasin digemparkan dengan di temukannya seorang tahanan tewas dengan cara gantung diri, Kamis (11/1).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Keamanan dan Perawatan Kanwil Kemenkumham Kalsel Samsul Arifin bahwa memang telah terjadi kejadian Napi tewas gantung diri.

Ia menjelaskan untuk saat ini status tahanan tersebut yang gantung diri itu bernama Andri alias Aan dengan masa hukuman lima tahun tiga bulan dengan perkara kasus Narkoba.

Dikarenakan belum adanya berkas pelimpahan kelapas tersebut, sehingga masih ditempatkan pada Blok A kamar 18.

“Pada saat malam tadi tepatnya pukul 01.00 Aan masih terlihat asik bermain catur entah apa yang menyebabkan Aan sampai nekat melakukan aksi gantung diri,” terang Samsul.

Informasi yang terhimpun bahwa Andri alias Aan warga Teluk Tiram Gang Odi Kota Banjarmasin, Andri masuk menjadi tahanan Lapas sejak tanggal 23 November 2017 dengan perkara kasus Narkoba.

Orang pertama yang menemukan korban tersebut adalah teman satu sel Andri yaitu Habibi, “Saya menemukan Aan sudah tergantung pada subuh kamis 11 Januari 2018 pada saat saya mau ke kamar mandi, sebelumnya pada malam hari kami sedang asik bermain catur dengan Aan, tidak ada hal yang aneh dengan dia, tidak tahunya pada subuh tadi Aan sudah tergantung dengan menggunakan kain sarung,” terangnya. (Ad/Gt.Ir-Bjm)

201 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

TP PKK dan Bhayangkari Kapuas Gelar Pasar Murah

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.