Penggemar Zineth Berkurang, Sabu Jadi Favorit

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Berkat kerja keras pihak kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menumpas peredaran Pil Zineth di bumi Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan dan juga telah banyaknya barang haram berupa pil Zenith yang sudah dimusnakan merupakan hasil dari keseriusan kepolisian kita dalam hal memberantas peredaran narkotika, Sabtu (13/1).

Ini merupakan suatu apresiasi yang sangat membanggakan sekali akhirnya peredaran obat koplo sudah mulai jarang terdengar walaupun masih ada sedikit yang masih sembunyi-sembunyi menjual obat, tidak mampu beli karena mahal harganya.

Tetapi disamping mulai berkurangnya dan mulai langka obat tersebut ternyata narkoba jenis sabu lagi yang mulai ramai diperjual belikan dijalankan para bandar atau pengedar.

Ini menambah tugas berat lagi bagi para polisi kita dan ini merupakan catatan penting bagi kepolisian kalo narkoba itu harus benar-benar di berantas sampai ke akarnya.

Bagi kalangan bandar atau pengedar tidak ada mempunyai rasa takut sama sekali kalo perbuatannya tersebut sangat melanggar hukum, seolah-olah mereka sudah merasa nyaman sekali dengan pekerjaan haram itu dan tidak ada sedikit pun rasa takut akan perbuatannya itu.

Menurut pemantauan kami di lapangan ketika mencoba menelusuri dimana saja tempat penjualan narkoba jenis sabu itu ternyata daerah yang sudah sering menjadi langganan penggerebekan polisi mulai menjamurnya lagi, karena bandar-bandar narkoba jenis sabu yang dulu pernah tertangkap dan telah bebas mulai menggeluti kembali dunianya kembali.

Sudah seharusnya bagi para bandar tersebut apabila tertangkap lagi supaya dihukum yang sangat berat sekali supaya mereka lekas jera akan tindakan tidak terpuji mereka.

Salah seorang mantan bandar narkoba jenis sabu yang namanya dirahasiakan memberikan keterangan kalo para bandar tersebut sudah merasa enakan dengan pekerjaan haram tersebut selain itu juga para pengedar itu rata-rata tidak mempunyai pekerjaan tetap dan kebanyakan pengangguran jadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terpaksa jadi pengedar. Sedangkan saya sudah sangat jera sekali setelah dulu saya pernah tertangkap dan menjalani masa hukuman di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin selama tiga tahun enam bulan, sudah cukup bagi saya melakukan tindakan yang sangat bodoh tersebut,” katanya. (Ad/Gt-Ir-Bjm)

191 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Asah Mental, Fisik dan Disiplin Karyawan Baru, Bank Kalsel Kerjasama dengan Rindam VI Mulawarman

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel dalam rangka mengasah pembinaan mental, fisik, dan disiplin pegawai yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.