Terungkap Misteri Pembunuhan Sang Pacar

image

Suaraborneo.com, BARABAI – Terungkapnya pencurian dengan kekerasan hingga menghabisi nyawa Istiqomah (41), pria muda ML (18) pacarnya sendiri, terduduk diam membelakangi Kapolres AKBP Sabana Atmojo dan pejabat utama Polres Hulu Sungai Tengah lainnya, baru saja dia diringkus aparat kepolisian, Sabtu (13/1/2018).

ML bersama rekannya MS, Kapolres Sabana Atmojo menjelaskan dugaan kejahatan yang dilakukan keduanya. MS adalah warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sedangkan MS warga Desa Manta’as kecamatan yang sama.

Berawal penemuan mayat di Desa Sungai Buluh. Mayat tersebut merupakan korban dari pencurian dengan kekerasan. Pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan berkat kerja sama Polres HST dan Hulu Sungai Selatan.

Isti sendiri adalah warga Jalan SKB, Desa Tibung Raya, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Berprofesi sebagai pedagang, Isti rupanya menjalin kisah asmara dengan ML, pria yang 23 tahun lebih muda.

Senin kemarin (8/1/2018) sekitar pukul 09.00 Wita, Isti berpamitan dengan keluarganya. Dia ingin bertemu dengan ML. Rupanya, ML sudah menunggu di Terminal Kandangan.

Setelah keduanya bertemu, Isti dan ML naik taksi dari di terminal Kandangan menuju ke arah Amuntai. Tujuan mereka Desa Muara Tapus untuk merental mobil milik Inas.

Setelah mendapatkan mobil yang dimaksud, keduanya pergi menuju ke arah Paringin di Kabupaten Balangan untuk menjenguk mama angkat ML di rumah sakit. Namun sesampainya di RSUD Balangan, mama angkat ML ternyata sudah keluar dari rumah sakit.

Sekitar jam 19.30 Wita, keduanya kembali menuju Desa Sungai Buluh dan menjemput teman ML yakni MS. Ternyata sebelumnya ML dan MS memang sudah berencana untuk merampas barang korban. Ketiganya pun berangkat menuju arah Kandangan untuk mengantar korban pulang.

Sesampainya di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Haruyan, MS langsung mengikat leher korban menggunakan jaket milik korban. Saat sampai di Simpang 4 Haruyan, korban sudah tidak bernyawa lagi. Di desa Pengambau, mobil yang ditumpangi pelaku dan korban berbalik arah menuju ke desa Sungai Buluh.

Kedua pelaku membawa korban ke jalan yang sepi di daerah Sungai Buluh dan menguburkan korban di bawah bangunan yang tidak terpakai dengan kondisi tanah yang tergenang air.

Sebelum menguburkan mayat korban, kedua pelaku mengambil barang milik korban berupa emas 26 gram, handphone merk Nokia serta uang tunai sebesar Rp 200 ribu.

Barang milik korban tersebut kemudian dijual dan uang hasil penjualan tersebut dibagi rata oleh kedua pelaku. ML kebagian uang sebesar Rp 1.809.000, sedangkan MS Rp 1.800.000.

Mayat korban pun ditemukan oleh warga sekitar, Jumat (12/1/2018) sekitar jam 06.00 Wita. Dan warga pun segera melaporkan penemuan mayat tersebut kepada Polsek Labuan Amas Selatan yang diteruskan ke Polres HST.

Setelah mendapat laporan penemuan mayat tersebut, unit Jatanras Polres HST langsung melakukan penyelidikan dengan bekerjasama dengan unit Jatanras Polres HSS. Dengan waktu kurang dari 24 jam, akhirnya kasus penemuan mayat tersebut terkuak, unit Jatanras Polres HST dan HSS berhasil menangkap kedua pelaku serta mengamankan barang bukti. Kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres HST guna penyidikan lebih lanjut.

“Ini merupakan keberhasilan dan bukti kekompakan antara kedua Polres dalam pengungkapan kasus. Saya mengapresiasi hasil pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Unit Jantaras Polres HST terutama Unit Jatanras Polres HSS yang bersedia ikut membantu dalam pengungkapan kasus tersebut, sehingga dalam waktu kurang dari 24 jam kedua pelaku dapat ditangkap,” ujar Kapolres. (Ad/KT/IEB/MIB-Bjm)

367 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

TP PKK dan Bhayangkari Kapuas Gelar Pasar Murah

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.