Pemilik Akun Lecehkan Guru Kharismatik Diamankan

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Berhimbusnya kabar bahwa pemilik akun yang membuat geram warga net, terutama bagi ribuan pecinta Guru Sekumpul yang kharismatik milik warga Banjar dan Guru Zuhdianor. Ratusan warga Banua  berbondong-bondong mendatangi kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Jumat (19/1) sekitar pukul 17.00 Wita. Untuk memastikan dan meminta keterangan ke pihak petugas terkait kebenaran akan diamankannya pemilik akun yang beberapa hari ini diburu warga net.

Jumlah massa yang berdatangan dengan jumlah besar, pasukan Ditreskrimsus melakukan penjagaan ketat dan menutup pagar depan kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Komplek Bina Brata Banjarmasin.

Petugas kepolisian untuk menenangkan masa masa yang kian bertambah besar, mempersilahkan tiga perwakilan massa untuk masuk mendapatkan konfirmasi langsung perihal kasus akun FB yang dipakai untuk menghina ulama di media sosial tersebut.

Tiga orang perwakilan yang salah satunya Habib Salim, diterima oleh Wakil Direskrimsus AKBP Sugeng Riyadi bersama jajaran di ruang penjagaan.

Dalam pertemuan tersebut Sugeng membenarkan bahwa terduga pelaku ujaran kebencian terhadap ulama berada di Krimsus. “Namun bukan karena ditangkap melainkan yang bersangkutan melapor bahwa akun FB miliknya yang bernama hyde_hideki_hayden007 diretas oleh orang,” katanya.

Walau begitu, ia menyatakan, tidak begitu saja percaya dengan pengakuan tersebut. “Proses penyelidikan dan pengembangan terhadap kejadian ini akan terus dilakukan,” jelasnya. Seraya menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan waktu 1×24 jam kepada jajarannya untuk bekerja dan mengungkap kasus ini.

“Yang bersangkutan sebenarnya tidak bisa ditahan, namun demi keselamatan yang bersangkutan dan untuk penyelidikan, kami akan meminta yang bersangkutan untuk berada di Krimsus 1×24 jam,” ujarnya.

Ditegaskannya pula, bila terbukti yang bersangkutan yang melakukan perbuatan ini, maka akan dikenakan pasal 45 tentang ITE dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Kalau memang terbukti akan kami jerat dengan pasal 45 tentang ITE dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara ” tegasnya.

Habib Salim yang menjadi perwakilan masa meminta agar pihak kepolisian mengusut dengan tuntas kasus ini dan mempersiapkan laporan ujaran kebencian. Kasus ini menyakiti hati kami sebagai umat muslim,” pungkasnya. (Ady/Aha-Bjm)

Check Also

Kasdim 1002/Barabai-Korem 101/Antasari, Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73

BARABAI – Seluruh Anggota Makodim 1002/Barabai Korem 101/Antasari dan PNS melaksanakan upacara 17-an dengan inspektur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.