Demo Kejati Kalsel, LSM dan Ormas Tagih Kasus Dugaan Korupsi

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Puluhan aktivis dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (Ormas) diantaranya  Pemuda Islam di ketua HM Hasan, Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara Kalimantan Selatan (Forpeban) Ketua Dinjaya, serta berapa ketua LSM Kalsel menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (22/1). Mereka menagih penanganan kasus dugaan korupsi yang ada di Kalsel, dana Bansos, perjalanan dinas fiktip DPRD Kalsel, pembangunan lapangan tenis di Martapura, serta ambruknya jembatan di Mandastana.

H Hasan Ketua Pemuda Islam, menyampaikan, “Dana Bansos harus di proses dan ditindak lanjut juga masalah perjalanan dinas fiktip anggota dewan DPRD Provinsi Kalsel, cuma 2 orang yang ditangkap duit Rp 1 milliar, sedangkan Rp 26,5 milliar dikemanakan?, Kejati harus bertindak tegas dalam menangani kasus yang telah dilaporkan dan merugikan masyarakat Kalsel,” ujarnya.

Pers rilis Dinjaya ketua Forpeban, dugaan mal / penyimpangan prosedur pada pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Banian-Sungai Durian tahun anggaran 2017 yang diduga dilakukan PPTK/PPK Bidang jalan Wilayah III. Penggunaan Anggaran Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru yang merugikan pihak penyedia (kontraktor).

Dugaan adanya pelanggaran hukum/ pelanggaran peraturan perundang-undangan pada pelaksanaan beberapa proyek pengeboran eksplorasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2017

Beberapa proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru Tahun Anggaran 2017, yang diduga bermasalah.

Pengadaan bibit Kelapa Sawit Dinas Perkebunan Kabupaten Kotabaru Tahun Anggaran 2017, diduga bermasalah.

Dugaan pengaturan proses lelang / dugaan persekongkolan pada beberapa proyek di Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut Pelaihari.

Setelah menyampaikan orasinya, beberapa saat Kepala Kejati Kalsel H Abdul Muni hadir menemui aksi massa, “Apa yang telah kalian sampaikan tetap kami selidiki, bukti dan kebenaran harus melalui proses, tidak sembarangan apalagi memang bersalah melakukan tindak pidana korupsi, tetap akan kami tindak,” pungkasnya.

Menurut Ali, Kejati harus tegas dalam menindak lanjuti kasus-kasus korupsi yang ada di Kalsel, jangan sampai KPK yang akhirnya bertindak, seperti terjadi di HST Bupati Abdul Latif dan kasus-kasus lainnya,” katanya.

Aksi berjalan lancar, aman dan terkendali, dikawal aparat kepolisian Polresta Banjarmasin maupun Polda Kalsel, disamping itu pengacara terkenal di Kalsel Fauzan Ramon turut menyaksikan jalannya aksi demo tersebut. (Ad-Bjm)

505 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Check Also

Pembangunan Jembatan Ujung Murung Prestisius, Icon Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Rencana pembangunan Jembatan Ujung Murung sudah lama menjadi mimpi Bupati Kapuas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Off