Memanas Aksi Tuntut Cabut SK Menteri ESDM

 Daerah, Polkam, Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU -Titik kumpul di peserta aksi dari elemen organisasi kemahasiswaan bersama Dewan Dayak Bersatu (DKB) Provinsi Kalsel di Lapangan Murjani, Selasa (23/1). Aksi DKB yang bermarkas di Banjarbaru  bersama mahasiswa pecinta alam Kalsel dengan satu tujuan menolak izin tambang dan eksploitasi batubara di kawasan pegunungan meratus  Hulu Sungai Tengah (HST).

Acara dimulai dengan upacara adat dayak, yang diteruskan  peserta aksi yang diperkirakan seratus orang itu berkonvoi menuju Kantor ESDM Provinsi Kalsel dengan pengawalan dari aparat kepolisian, Satpol PP dan Dishub Banjarbaru.

Sesampai dihalaman kantor yang dituju, nampak pagar betis dari kepolisian. Peserta aksi langsung membentangkan spanduk dan puluhan pamplet yang bertuliskan Cabut SK Menteri ESDM, #Save Meratus. Ini hutan kami bukan hutan negara, kalau bukan kami yang menjaganya Siapa lagi…

Kepala Dinas (Kadis) ESDM Provinsi Kalsel, Ishatwanto, beserta jajarannya yang juga didampingi Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya, menyambut peserta aksi di teras kantor. Orasi orasi bergiliran dari berbagai organisasi mahasiswaan,  Mapala Piranha, Mapala Uniska, Mapala Justicia, Mapala sylva unlam, Impas B dan GMNI.

Semua orasi pada dasarnya menolak SK Menteri ESDM dan menontot agar ijin pertambangan di kawasan Gunung Meratus dicabut. Aksi juga menampilkan teatrikal  kesengseraan masyakat seputar gunung meratus yang secara turun temurun hidup damai dan tenteram terusik oleh keserakahan pengusaha mencabik cabik tanah leluhur adat.

Ketua DKB, Ferdy Hudayana, yang sekaligus koordinator aksi, meminta kepada Kadis ESDM Provinsi Kalsel, Isharwanto, memenuhi tuntutan agar merespon dan berbuat hingga SK dari Menteri ESDM dicabut.  Atas tuntutan itu, Kadis ESDM Kalsel, Isharwanto, mendekati para peserta aksi dan duduk bersama sama dihalaman kantor dengan tertif. Kadis mengatakan bahwa apa yang jadi tuntutan sudah direspon dengan mengirim surat ke-Kementerian ESDM di jakarta atas adanya berbagai elemen masyarakat dalam minggu minggu terakhir penolakan ekspolasi tambang, seraya juga menegaskan besok(hari ini-red) bertolak kejakarta guna mengkoordinasikan sebagaimana tuntutan aksi. Namun penjelasan itu diangap tidak bisa memuaskan, dan peserta meminta Kadis Isharwanto secara tegas sepakat untuk menolak SK ijin pertambangan hingga tidak nyambungnya tuntutan dan penjelasan suasana pada mulanya tertif berubah agak panas tanpa komando peserta aksi langsung berdiri. Atas kesigapan aparat keamanan yang di siagakan sekitar seratus personil dan koordinator, Ferdy, menenangkan peserta  aksi tenang dan dialog pun berlanjut hingga kesepakatan dapatkan titik temu.  Sepakat menyatakan Tolak Izin Tambang yang dikeluarkan ESDM no. 441.k/ 30/ DIB/2017. Aksi berakhir membubarkan diri dengan tertif. (Ad/Aha-Bjm)

Related Posts