Eksekusi Lahan Bandara Mengundang Berbagai Komentar

 Daerah, Ekobis, Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Guna percepatan proyek pengembangan Bandar Udara Syamsudin Noor yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), Manajemen Bandar Udara Syamsudin Noor, Kamis (25/1) melakukan penertiban lahan area proyek yang diduduki oleh Muhammad. Pengembangan proyek Bandar Udara Syamsudin Noor sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2017. Namun terdapat kendala di area proyek yang diklaim oleh Muhammad seluas 7,9 hektar.

Sedangkan PT Angkasa Pura I (Persero) telah membayar seluruh lahan masyarakat sesuai data kepemilikan yang telah diinventarisasi dan diverifikasi oleh Panitia Pengadaan Tanah (PPT) Kota Banjarbaru secara tunai dan sebagian lagi dititipkan di Pengadilan Negeri Banjarbaru melalui mekanisme konsignasi.

“Kami telah melakukan pembayaran kepada pihak yang berhak sesuai hasil inventarisasi dan verifikasi PPT Kota Banjarbaru, dan kepada saudara Muhammad telah disampaikan juga untuk menempuh jalur hukum,” ujar General Manager Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi, kepada wartawan.

Ditambahkan Wahyudi, sejauh ini Bandara Syamsudin Noor telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan terhadap klaim tersebut. “Setelah mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder, yang pada hari ini kami melakukan penertiban lahan,” tegas Wahyudi.

Upaya penertiban, Bandara Syamsudin Noor oleh tim pengamanan gabungan dari Kepolisian, TNI AU, TNI AD dan Satpol PP. Penertiban lahan berjalan aman dan lancar tanpa halangan yang berarti. Pihak Muhamad yang menduduki lahan itu pasrah meninggalkan dengan suka rela.

“Setelah kegiatan ini diharapkan proyek pengembangan Bandar Udara Syamsudin Noor yang merupakan Bandara kebanggaan warga Kalimantan Selatan dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkas Wahyudi.

Namun eksekusi yang melibatkan pihak keamanan 250 personil terdiri dari Kepolisian, TNI AU-AD dan Satpol PP Banjarbaru ini.  Atas lahan yang diklaim Muhamad dengan mendirikan terpal biru ini, mengundang berbagai komentar  warga.

Jika sudah menghalalkan segala cara,,, takut nya kada babarkah bandara tu kalo pina berdo’a yg kada bagus,,, KAI… Sebab do’a yg terzolimi itu makbul..Tulisnya di medsos Fb. Ada juga yang bijak menanggapi, Jangan cepat meambil keputusan hanya dengan mmbaca suatu berita/kabar..kalau itu tanah ampun KAI Muhammad secara sah ada upaya lain yg sah seperti Pengadilan..silahkan hak nya digunakan. Ada juga warga net yang  menulis, “Info yang saya dengar, di atas lahan tersebut sudah dibayar pembebasan ganti ruginya oleh pihak AP yg diterima beberapa orang, sehingga sudah clear. Bekakangan dalam tahap pengerjaan proyek muncul ada yg mengakui sebagai lahannya dan berusaha nengusai lahan tersebut dengan mendirikan bangunan tenda dan berjaga2 disana. Pihak AP tidak mungkin membayar 2 kali di atas lahan yg sama, jar. Sehingga keberadaan mereka perlu ditertibkan untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut, wallohu ‘alam.”. Tulisnya dengan menyebut hanya Allah yang maha tahu. (Aha-Bjb)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts