Warga Resah Keberadaan Warung Jablay

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, AMUNTAI – Saat melintasi perbatasan Kabupaten HSU dengan Kabupaten Tabalong di Desa Tabur Kecamatan Amuntai Utara terlihat warung berjejer yang menjual makanan dan minuman. Sayangnya warung tersebut diduga dijadikan warung remang remang dengan pelayan yang mengenakan pakaian seksi.

Hal ini membuat warga sekitar tak senang karena membawa dampak buruk bagi lingkungan dan melaporkannya ke pihak kepolisian dan Satpol PP HSU.

Iwan warga sekitar mengatakan saat malam hari banyak orang yang berkumpul di warung tersebut. Kendaraan truck juga berjejer dan yang melayani adalah wanita muda dengan pakaian seksi.

“Di Desa Tabur juga tengah dibangun Pondok Pesantren, hal ini akan memberi kesan yang kurang baik,” ujarnya. HSU mengatakan sebelumnya pihaknya telah memberikan pembinaan kepada pemilik warung untuk mengebakan pakaian yang sopan saat melayani pembeli dan tidak buka hingga tengah malam.

“Tiga bulan lalu kami sudah lakukan pembinaan, untuk lebih sopan, pembatasan jam buka, hingga tidak menjadi tempat transaksi jual beli barang terlarang, namun sayangnya hal tersebut tidak digubris,” ujarnya.

Dan setelah melalui hasil rapat oleh pihak terkait bahwa warung yang ada di pinggir jalan tersebut wajib dibongkar. Sebanyak 12 warung yang diperintahkan untuk dibongkar.

Pihak Satpol PP juga telah memberikan surat keputusan serta Surat peringatan pertama untuk pembongkaran warung. Keputusan ini diambil untuk menghindari terjadinya transaksi obat-obatan dan minuman keras atau barang melanggar hukum lainnya. (Bny/Bpost-Bjm)

Related Posts