Kejati Kalsel Ditagih Tuntaskan Dana Bansos

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Organisasi Pemuda Islam (PI) pimpinan HM Hasan, menjambangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Kamis (1/2). Hasan dalam orasinya, bahwa sebelum ke kasus Bansos, terlebih dahulu pada kasus jembatan Kayu Tangi yang retak, di perbaiki oleh kontraktor hanya di poles bagian retaknya saja hingga kelihatan seperti kokoh. Padahal ujarnya itu nampak diluar saja yang masih diragukan kekuatannya yang bisa saja sewaktu-waktu akan ambruk.

Pada kasus Bansos tambah Hasan, pihak Kejati Kalsel hanya menjerat pihak eksekutifnya saja. “Padahal para aktor-aktornya tidak diambil tindakan. Mestinya Irwan hadir disini, salah satu Jaksa penuntut umum di kasus Bansos ini,” katanya sengit.

“Permasalahan Bansos sudah banyak data-datanya disampaikan. Namun kenapa hanya orang-orang Legislatif yang menerima masing-masing Rp 500 juta tahun anggaran 2010-2011 di bagikan Gubernur sebelumnya tidak di proses hukum,” Tegasnya, seraya menyebutkan bahwa dalam penyalurannya sebagaimana yang terungkap dalam persidangan, banyak fiktif dalam arti di empat desa tidak pernah menerima sepersenpun dana Bansos itu.

Sementara itu pihak Kejati Kalsel menanggapi tuntutan dalam penyampaian aspirasi hal kasus perjalanan dinas dan Bansos, akan lebih diperhatikan. juga tentang laporan yang baru yakni, vidoetron serta lapangan tennis, dikoordinasikan dengan Kejari setempat, katanya mengakhiri.

Selanjutnya, HM Hasan, bersama Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) diketuai Dinjaya,  berunjuk rasa di Sekretariat KNPI Provinsi Kalsel. Menuntut keterbukaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2016-2017 sebesar Rp 2 miliar yang diperuntukan Operasi program Kegiatan KNPI se-Kalsel Rp 1 miliar dan  OKP-OKP yang berwadah di KNPI juga Rp 1 miliar.

Namun dalam pengelolaan dana sebanyak Rp 2 miliar tidak transparan. Bahkan jar Dinjaya lewat megaphonenya, OKP-nya tidak mendapatkan hak, “Proposal segala persyaratan sudah di penuhi, tapi tidak ada juga”, kata sengit seraya menambahkan yang tidak hanya OKP-nya tapi hampir 40 OKP tidak mendapatkan dana yang diperuntukan buat masing-masing OKP se Kalsel.

Pengunjuk rasa menjadi kesal setelah mengetahui Ketua KNPI Hasan Ismail tidak berada di tempat, pada hal tiga hari sebelumnya sudah memberitahukan jika mereka akan berunjuk rasa dengan masa OKP menuntut hak masing-masing. “Hasan Ismail pengecut, tidak pantas jadi ketua KNPI,” pungkas Dinjaya. (Ad/Aha/Bny-Bjm)

259 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Disdik Kapuas Canangkan Program Tuntas Baca Tulis Alquran

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mencanangkan program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.