Pasien BPJS ‘Dipaksa’ dr Hari RS Pelita Insani Jadi Pasien Umum

image

Suaraborneo.com, MARTAPURA – Pasien Peserta BPJS terpaksa menuruti perintah dr Hari Suparjo SuOG Mkes, pasien tiba di IGD Kamis 1 Februari 2018, pada saat IGD pasien sudah pendarahan mau melahirkan. Bukannya di tangani, justru di tanyakan rujukan dari dokter, karena tidak ada, dr Hari, mengatakan, “tidak bisa Pake BPJS harus di kenakan pasien umum, kalo tidak saya tidak bisa menangani, saya rujuk ke rumah sakit lain. Kata Nurhariyanto suami pasien mengutip ancaman dr Hari, Minggu (04/02).

Karena khawatir keselamatan isteri dan anaknya dalam kandungan, terpaksa menyetujui, walau sudah berupaya memperlihatkan rujukan dari Bidan, namun tak digubrisnya. Tidak cukup hanya disitu, dr Hari juga ‘memaksa’ di operasi caesar. “Pasien sudah pecah air ketuban, harus di operasi supaya bayi tidak keracunan,” tandas dr Hari, sebagaimana di kutif pasien kepada wartawan SuaraBorneo online.

Setelah disetujui dengan tindakan operasi, baru kemudian di bawa ke ruang operasi. Sekitar satu jam operasi dilakukan dan Alhamdulillah pasien dan bayinya selamat. Ditengah puji syukur itu Nurhariyanto ayah dari bayi yang berusaha di titipkan dari yang Maha Kuasa, kebingungan akan membayar biaya administrasi Rp 11 juta lebih. Orang tua bayi yang hanya sebagai buruh lepas, terpaksa mencarikan pinjaman pada keluarga dan teman sekerja.

Beruntung segala upayanya bisa membayar admistrasi biaya persalinan Rp 11 juta lebih. Pihak RS Pelita Insani yang terletak di jalan Sekumpul itu, begitu di konfirmasi, mengatakan, bahwa hari Minggu managemen libur, “Besok Senin aja kalo konfirmasi” kata seorang bagian informasi. (Aha-Bjb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.