Keterangan Kepala TU RS Pelita Insani Hanya Mencari-cari Pembenaran

 Daerah, Umum

Image and video hosting by TinyPic

Suaraborneo.com, MARTAPURA – Mana mungkin kami yang meminta sebagai pasien umum, kata Nurhariyanto kesal atas keterangan Kepala Tata Usaha (Ka-TU) RS Pelita Insani Martapura di Duta TV, Kamis malam (8/2).

“Sekaya apa kami sebagai peserta BPJS meminta sebagai pasien umum,” kata Nurhariyanto kesal, seraya menambahkan bahwa anaknya yang masih dalam kandungan pun didaftarkan sebagai peserta BPJS karena sadar akan mahalnya biaya persalinan di rumah sakit.

Dipilihnya RS Pelita Insani karena dekat dengan tempat tinggal, dan terpampang juga RS di jalan Sekumpul itu terpampang spanduk, “Kami Melayani Peserta BPJS Kesehatan”. Namun setelah diterima pada bagian pelayanan sebagai pasien BPJS klas III dan memasuki ruangan, datang seorang dokter menanyakan status pasien, dan rujukan dari dokter. (baca suaraborneo.com “Pasien BPJS ‘Dipaksa’ dr Hari RS Pelita Insani Jadi Pasien Umum” edisi Senin 4 Februari 2018).

Dijelaskan Nurhariyanto juga, bahwa petugas loket pun sempat binggung ketika mau membayar, “Pasien ini pada lembaran muka pasien BPJS, tapi pada lembaran yang kedua pasien umum,” kata Nuryanto mengutip gumaman petugas kasir yang keheranan.

Disinggung keheranan petugas kasir itu kenapa tidak di tanyakan dan berkoordinasikan dengan petugas BPJS. Nuryanto mengaku tidak ngerti hal itu dan juga dalam keadaan kalut dan yang terpikirkan hanya bagaimana mengeluarkan isteri dan anaknya secepatnya dikarenakan dihantui biaya membengkak. “Untung aja keluarga dan teman memberikan pinjaman hingga bisa menyelesaikan biaya yang lebih Rp 11 juta itu, katanya memilas. (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan