Merantau ke Kalteng, Depresi Akhiri Hidup Gantung Diri

 Kalteng, Umum

image

Suaraborneo.com, PALANGKARAYA – Penemuan mayat laki-laki dengan awal tergantung di bagian leher pada pohon grunggang, Kamis (8/1), pukul 08.00 WIB, Jalan Keranggan XXI, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kalimantan Tengah.

Korban Dwi Hengki Prasetyo (21), alamat Jalan Keranggan 23, Kelurahan Tanjung Pinang, saksi-saksi, 1) Gandung (47), Jalan Kranggan dekat SMPN 12 Kelurahan Tanjung Pinang, pukul 08.00 Wib berniat melihat kebun, dari kejauhan melihat ada orang berdiri di bawah pohon namun setelah sekian waktu di amati tidak bergerak. Kemudian saksi Untung dan Eko bersama Pak RT Abdul Kharisno melihat dari jauh menggunakan teskop senapan angin, namun tidak bergerak dan melihat ada tali melilit dileher dan berkesimpulan gantung diri. Selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pinang dan Warga lainnya.

Saksi kedua, Abdul Kharisno (42), Ketua RT, mendapat laporan dari saksi 1, Gandung, bahwa ada melihat seperti orang berdiri didekat pohon tidak bergerak. Selanjutnya bersama-sama mendekati TKP untuk mencek kemudian menghubungi warga lainnya.

Saksi ketiga, Siswanto (48), Rabu 7 Febuari 2018 korban pergi dari rumah tidak di Ketahui tujuannya kemana. Tidak pulang ke rumah, malam harinya di cari tidak ketemu. Korban diduga stress karena dari Jawa sudah menunjukan gelagat tidak pada semestinya. Korban datang dari Jawa Tengah (Jepara) sekitar 10 Hari yang lalu, tali yang di pakai korban untuk gantung diri berasal dari rumah sendiri.

Saksi keempat, Purwasih (38), Ibu kandung korban, korban pergi dari rumah, Rabu 7 Februari 2018 siang hari. Namun sampai malam belum juga pulang. Dilakukan upaya pencarian namun tidak ditemukan. Sampai dengan didapat informasi bahwa korban ditemukan meninggal dunia tergantung pada seutas tali di pohon, sumber informasi Est Grup WA Repal (Ad/Balakar620)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts