Anak Funk Minta Perhatian Dengan Cara Yang Keliru

 Crime & Hukum, Daerah, Umum

image
Suaraborneo.com, BANJARBARU – Segerombolan anak funk bikin ulah, menghadang kendaraan yang lewat. Seperti yang dialami seorang mengendari mobilnya di cegat ditengah jalan Ayani km 15 pasar Gambut pada dini hari Selasa (13/02) tadi pukul 03.00Wita.

Dua hari Sebelumnya pada dini hari Minggu pukul 02.00 wita masih orang yang sama juga telah di cegat anak funk di seputaran Lapangan Murjani Banjarbaru.         Kejadian itu sebagaimana ditulis di medsos facebook, “Di group ne pernah lah akhir-akhir ini kalian di cegat “gank anak funk” djalan raya?? Kami sudah 2 kali, pertama dmuka Murjani malam Minggu sekitar pukul 02.00 Wita, malam ini di muka pasar Gambut tepat jam 03.00  subuh, maka banyak sekitar 20 orang, mulai dari anak dibawah umur sampai yang dewasa, maka berani duduk mahalangi mobil kami, bila ada org lewat pasti di cegatnya…  tolong cepat viral, takutnya membahayakan pengendara yang lewat, maka terlihat “Anarkis”. Tulisnya seraya meminta kepada pihak Berwajib, untuk bisa memberikan tindakan tegas tolong juga kepada pihak berwenang, pada anak-anak funk yang sudah menjurus pada  kriminal, agar tidak terjadi hingga menimbulkan korban baik berupa gangguan fisik maupun materi, himbaunya

Keberadaan anak funk ini, memang tidak semuanya berperilaku “mengganggu” bahkan menjurus ke kriminal. Banyak juga berkreatif positif. Namun terhadap adanya sekelompok berprilaku diluar batas kewajaran menterjemahkan kebebesan diluar batas ketimuran hingga mengganggu ketertipan umum, disinilah peran yang berwenang hadir hingga masyarakat lainnya tidak tergangu dan di rugikan.

Komunitas Punk kini sudah biasa kita temui dihampir setiap kota di Indonesia, anak-anak Punk yang rata-rata hidup dijalanan kini jumlahnya semakin banyak dan semakin meningkat.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi.

Banyak yang menyalah artikan Punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai Punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian Punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Sebenarnya Punk itu bukanlah sampah, melainkan sekumpulan orang yang mencari kesenangan tersendiri!

PUNK berasal dari sinkatan Public United Nothing Kingdom yang berarti sekumpulan anti peraturan kerajaan.

Mereka itu sangatlah anti dengan peraturan kerajaan yang hanya bisa memaksa tanpa memikirkan penderitaannya rakyat. PUNK masuk ke negara tercinta kita (Indonesia) pada sekitar tahun 1867-an yang hanya diplopori oleh original Punk! Di negara kita, Punk terbagi dalam 4 golongan.

  1. Golongan Punk original yang memang Punk yang sebenarnya.
  2. Golongan Punk Rock yang mengidentikkan dengan musik-musik ataupun band-band yang bergenere Punk pula.
  3. Golongan Punk street yang berkebiasaan berkelana di jalanan dan mengarungi kehidupan dengan mengamen.
  4. Golonan Punk hitam yang menidentikkan dengan pakaian yang hitam-hitam. Kehidupan anak Punk street yang kelihatannya senang tapi padahal dalam hati menangis menderita! Kebanyakan dari Punk street lari di jalanan di karenakan kurang perhatian dari ke dua orang tuanya. Mereka memilih hidup dijalanan untuk mencari kesenangan tersendiri, dari pada bersedih-sedihan.

Dijalanan mereka belajar akan pentingnya kebersamaan.  “luka mereka adalah luka kita juga!”, alasan itulah yang menyatukan dan sadar akan kebersamaan.

Punk sebenarnya bukan sampah! mereka masih memiliki kemampuan dan bakat diri masing-masing. Seperti contohnya band-band yang bergenere PUNK sebut saja SID, NETRAL, KOBE, dan sebagainya, itu adalah salah 1 bakat anak PUNK yang dapat di tonjolkan! Banyak lagi band-band yang memiliki bakat lebih dari mereka, tapi orang-orang ngak mau peduli dan hanya bisa menganggapnya  sebagai sampah.

Punk juga bisa beradaptasi di semua tempat dan menempatkan diri di mana saja. Punk yang bisa menerima sesuatu dengan apa adanya. Punk itu generasi yang Cinta damai dan berdiri di atas semua golongan. (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan