Jelang Haul Guru Sekumpul, Penginapan Dihimbau Hindari Komersialisasi

 Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, MARTAPURA – Ada imbauan menarik jelang Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul yang dilaksanakan pada 25 Maret 2018 mendatang. Pengumuman di pelbagai media itu untuk menyegarkan kembali ingatan tentang sakralnya haul tersebut. Intinya, acara tersebut hanya berharap keikhlasan serta mengedepankan kebersamaan dengan azas gotong royong.

Keluarga besar Sekumpul dan relawan sejak lama memohon kepada tamu haul untuk berhati-hati. Sikap waspada itu antara lain menyikapi masih ada oknum masyarakat yang mengaku-ngaku sebagai zuriat/keluarga/jiran maupun panitia haul abah guru sekumpul.

Selama persiapan sampai puncak acara, relawan tiap tahun tidak pernah meminta bantuan atau sumbangan seperti mengedarkan amplop, infaq, dan sedekah maupun menyebarkan nomor rekening mengatasnamakan panitia. Gaung haul yang begitu besar ternyata tidak dibentuk dalam satu kepanitiaan, hanya petugas dan relawan, itupun sekadar mengatur parkir, jalur, dapur umum, dan bagian ibadah, serta tim kesehatan.

Jadi, sesama jemaah harus bisa saling mengingatkan baik teman atau keluarga bahwa selama ini tidak pernah ada permintaan tersebut. Bila pun ditemui, tidak boleh main hakim sendiri, segera laporkan kepada pihak berwajib karena dijamin itu adalah penipuan dan usaha merusak agenda bersama tersebut.

Keluhan selama ini yang terjadi di lapangan, ada juga oknum masyarakat memanfaatkan haul jadi ajang bisnis, seperti menyewakan rumah dengan tarif yang terlalu tinggi, padahal sebisanya digratiskan. Banyak jemaah kesulitan mencari wadah menginap, di sisi lain telah ada lokasi istirahat gratis dari pelbagai pihak. Nah, informasi seperti itu perlu disebar-luaskan terus-menerus agar jemaah mengetahui.

Sesama jemaah juga diminta aktif bertanya serta saling memberikan informasi tentang jalur yang masih disiapkan oleh relawan. Jemaah diminta disiplin dengan peraturan rute dan penempatan titik parkir, ketentuan itu akan memudahkan mereka sendiri. ”Peta jalur belum selesai dan masih mem-finalkan bersama Dishub dan Polres Banjar, lokasi parkir menentukan pulang jemaah,” kata H Abdurrahman atau H Abdel kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Ia berharap, jemaah yang hadir bisa lebih disiplin, peta jalur tahun ini lebih lengkap dengan keterangan-keterangan. Akan disebar-luaskan secara menyeluruh jalur tersebut kalau selesai. Baik secara digital maupun versi cetaknya. Tahun ini, terang Abdel ada 6 zona posko jalur dan parkir, itupun masih tahap penyempurnaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjar, Boyke W Triestiyanto, menegaskan, tiap tahun volume sampah terus meningkat. Ia menyiapkan seluruh armada lengkap dengan personel, tentu saja dibantu oleh relawan haul. Pada 2016 tadi, total sampah seberat 89 ton, kemudian untuk 2017 sekitar 130 ton, sekarang di tahun 2018 ini harus diantisipasi lebih awal. Itu sesuai prediksi jumlah yang hadir makin banyak.

“Sehari sebelum haul, layanan armada sampah tidak bisa berjalan karena jalan dan lokasi sekitar pusat haul dijejali jemaah. Biasanya, lebih seminggu sampah-sampah itu baru tuntas dibersihkan, padahal telah diangkut setiap hari,” pungkasnya. (Aha-Bjb)

Related Posts

Tinggalkan Balasan