Jaksa Sandy Rosadi SH Tuntut 4 Bulan Penyimpangan BBM Bersubsidi

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Meski sidang perkara penyimpangan Bahan Bakar Minyak bersubsidi dengan terdakwa I, H Jumberi, selaku Direktur Satria Bara Tama dan terdakwa II, H Hairani, selaku Direktur PT Salma selalu ditunda karena Majelis Hakim Ketua pergi Umroh ke Mekkah, waktu lalu. Dan akhirnya kedua pengusaha yang cukup terkenal tersebut dituntut 4 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut, Sandy Rosadi SH, melalui Jaksa AI, Suniah SH, yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa kemarin (17/02).

Menurut Jaksa Sandy meski tidak pernah menghadiri sidang Kasus BBM Ilegal dan diwakilkan tersebut pada persidangan Majelis Hakim yang diketuai, Sujatmiko SH MH, dengan anggota, Femina SH, dengan anggota, Gatot S SH, dalam pertimbangan hukumnya berpendapat bahwa terdakwa I selaku transporter BBM bersubsidi dan terdakwa II selaku pemilik Kapal LCT sebagai pembeli BBM Ilegal untuk angkutan barang terbukti bersalah telah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar pasal 55 jo pasal 56 KUHP tentang Migas.

Selain itu, Ia juga meminta agar Majelis Hakim agar kedua terdakwa membayar denda Rp 5 juta atau diganti dengan kurungan selama 3 bulan penjara dan juga agar barang bukti berupa truk tangki serta isi sebanya 5 ribu liter BBM solar bersubdi agar disita negara.

Mendengar tuntutan tersebut kedua boss yang selama menjalani persidangan tidak ditahan layaknya tahanan pidana umum lainnya atau status tahanan rumah nampak tak terlihat sedih lantaran ringan.

Kedua terdakwa, H Jumberi dan Hairani yang divonis 2 bulan penjara dan didenda Rp 5 juta atau diganti 3 bulan penjara tersebut diamankan pihak Dirkrimsus Polda Kalsel pada tahun 2014 lalu. Dimana perbuatannya bahwa terdakwa I selaku transfortir BBM bersubsisdi setelah menerima DO dari PT Pertamina untuk diantarkan kesalah satu SPBU. Namun olehnya dijual ke terdakwa II atau perusahaan dengan harga sesuai subsidi.

Namun yang menarik dalam perkara kasus BBM ini adalah dimana JPU Sandy tidak pernah menghadiri sidang dan selalu diwakilkan oleh jaksa yang berlainan dari pembacaan dakwaan hingga tuntutan.

“ Saya cuma membacakan tuntutannya saja sementara untuk keterangannya silahkan temui aja Pak Sandy selaku JPUnya”, kata jaksa AI Suniah saat usai sidang.

Sementara, Sujatmiko SH, ketika dikonfirmasi terkait putusan ringan bagi terdakwa I dan II yang terkesan ringan sekali dan bahkan isunya kuat dugaan adanya kongkalingkong dengan terdakwa. Ia membantah dalam perkara dua boss tersebut murni sesuai fakta hukum dalam persidangan dan sesuai dengan rasa keadilan. “Silahkan beritakan saja perkara ini yang dibuka umum tanpa ada yang ditutupi dan ini putusan yang murni dengan tidak mengurangi rasa keadilan dan saya tidak pernah mengatur sidang ini apalagi menyuap oknum pers agar tidak memberitakannya,” ujarnya.

Senada yang dikatakan JPU Sandy bahwa dirinya membantah adanya suap dalam memberikan tuntutan bagi kedua terdakwa tersebut. “Tidak benar saya disuap atau menerima uang agar memberikan tuntutan ringan bagi kedua terdakwa,“ katanya sambil tersenyum. (Ad/Cory-Bjm)

Check Also

Peringati Hari Juang Kartika, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Pengobatan dan Sunatan Massal

BANJARMASIN – Peringati Hari Juang Kartika Tahun 2018, Kodim 1007/Banjarmasin Korem 101/Antasari gelar bhakti sosial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.