Langka dan Mahal Gas Melon Bikin Warga Resah

 Umum

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Kelangkaan gas Elpiji 3 kg mulai dirasakan warga Kabupaten Banjar, Kalsel.  Sementara seminggu terakhir, kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Kalsel, warga sampai harus rela untuk mengantre demi mendapat gas bersubsidi tersebut.

Tak ayal lagi, harga eceran gas melon turut terkerek akibat melubernya permintaan, yakni terpantau mencapai Rp 27.000 – 29.000 per tabung gas.

Sejumlah daerah di Indonesia mulai mengalami kelangkaan Elpiji 3 kilogram (kg) subsidi warna hijau muda atau sering disebut gas melon.

Seperti yang dikeluhkan salah seorang di akun facebook Naura Raisya Safira, “Tolong lah mohon banar wan pihak yg berwajib kasian masyarakat miskin mencari banar LPG, banyak pangkalan menimbun LPG mau beli 1 aja gak di kasih. Tapi anehnya kalau kepengecer di jual bergorobak dan yang angkut sepeda motor ……. !!! Mohon banget tolong selidiki masak har- hari seperti ini trusss . Kesempatan agen dengan pengencer, kesakitan masarkat miskin,” bebernya.

Dari akun facebook Rahman Khairul Azzam, Minggu 18 Februari 2018, “Sekedar menginformasikan, efek kelangkaan gas LPG, akhirnya harga gas LPG tambah naik, sekarang sudah mencapai Rp 40 ribu di Pematang, Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bagaimana di tempat kalian berapa harganya,” kesalnya. (Ad/Fb-Bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts