Bawa Senjata Parang, Malah Babak Belur Kena Hajar Lawannya

Suaraborneo.com, BALIKPAPAN – Hujan yang mengguyur di pagi hari kemarin (25/2), arus lalu lintas di kawasan Sungai Ampal macet. Kendaraan bermotor itu tersendat bukan karena banjir, melainkan kerumuman orang yang menyaksikan duel berdarah antara dua pemuda berusia 30 tahun yakni Trisyanto dan Tegris Aldelian tepat di seberang SPBU motor.

Dari rekaman video yang didapat Balikpapan Pos, Tegris warga Jalan Cemara tampak menjadi bulan-bulanan Trisyanto yang tubuhnya lebih besar. Pemuda bertubuh kurus berkaos dan jeans hitam itu terkapar di jalan usai mendapat bogem mentah berulang kali dari Trisyanto. Mata kanannya lebam dan mengalami luka robek, darah mengucur dari hidung dan mata sehingga membasahi jalan

Kendati sudah terkapar di aspal jalan yang basah, Trisyanto masih menghajarnya, kaki kanannya melayang mengenai kepala Tegris yang meringis kesakitan. “Banguuun. Banguuun kamu,” bentaknya. Rambut Tegris lantas dijambak sehingga pemuda dengan bekas tindik di telinga kiri itu berdiri sempoyongan. Bogem mentah Trisyanto kembali mendarat ke tubuh dan wajah Tegris yang kemudian ambruk tak berdaya.

Trisyanto sendiri mengalami luka di bagian kaki dan darah masih keluar saat menghajar Tegris. Ternyata warga Karang Jati Balikpapan Tengah ini terkena sabetan parang yang dibawa Tegris. Dari sejumlah saksi mata, rupanya perkelahian itu bermula saat Trisyanto sedang ditato.

Tiba-tiba Tegris datang membawa parang dan menimpas ke bagian kaki. “Bret,” kaki kanan Trisyanto robek dan terluka, darah segar mengucur deras. Trisyanto lantas memegang parang yang dipegang Tegris dan berhasil merampasnya. Kondisi berbalik arah, dengan senjata tajam di tangan dan tubuh lebih besar Trisyanto balik mengejar Tegris yang langsung lari terbirit-birit. Kejar-kejaran sempat terjadi sampai akhirnya tak berkutik dan menantang duel tangan kosong.

“Kalau berani duel tangan kosong, jangan pakai parang. Cowok bilang,” bentak Trisyanto. Mendengar tantangan itu, Tegris yang tadinya ciut dan berusaha kabur karena parangnya berhasil direbut, akhirnya meladeni tantangan tersebut. “Bak…buk…bak…buk”. Bogem mentah mendarat ke tubuh Tegris yang jauh lebih kecil. Ia pun ambruk tak berdaya, lantas menjadi bulan-bulanan Trisyanto.

Seorang petugas SPBU Sungai Ampal Hendra mengatakan, duel antara Trisyanto dan Tegris bermula dari keributan pada Sabtu (24/2) malam. “Nggak tahu kenapa, tapi katanya tadi itu masalahnya dari semalam, terus ketemunya di sini langsung berkelahi,” beber Hendra.

Duel berdarah itu berhenti setelah sejumlah polisi lalu lintas tiba di lokasi kejadian. Kedua pemuda yang terlibat duel dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis sementara polisi melakukan pendalaman kasus.

Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Sopyan sebagaimana dilansir Balikpapan Pos. Bahwa membenarkan duel berdarah di Sungai Ampal. Kata dia, pertikaian tersebut bermula ketika keduanya terlibat permasalahan sehari sebelumnya saat tengah pesta minuman keras (miras) di kawasan Gunung Guntur, Sabtu (24/2) malam.

Beruntung pada malam itu keduanya sempat dilerai oleh rekannya. Merasa tak terima Tegris menaruh dendam terhadap Trisyanto dan mencarinya untuk melampiaskan dendamnya.

“Rupanya pelaku ini dendam sama korban. Besoknya korban dicari dan langsung dibacok,” ungkap Sopyan.

Permasalahan ini, ia menandaskan, masih didalami oleh kepolisian. Perkembangan kasus baru akan dilanjutkan setelah keduanya keluar dari rumah sakit.

“Iya kita masih mengembangkan permasalahan ini. Saat ini kan keduanya masih di rumah sakit karena luka parah dua-duanya,” pungkasnya. (Aha/Fb-Kk)

Check Also

Kasdim 1002/Barabai-Korem 101/Antasari, Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73

BARABAI – Seluruh Anggota Makodim 1002/Barabai Korem 101/Antasari dan PNS melaksanakan upacara 17-an dengan inspektur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.