Viral! Cerita Anak Yatim Penjual Pentol Bercita-Cita Jadi Polisi

 Daerah, Umum

image

Suaraborneo.com, KANDANGAN – Viral di media sosial facebook, cerita Anak yatim penjual pentol bercita-cita jadi polisi, mendapat kunjungan dari para relawan, di postingkan akun facebook Hilmi Wansyah, selepas Magrib, kami berkunjung ke rumah kayu peninggalan almarhum ayah Saufi. Disambut ramah oleh Saufi dan ketiga orang adiknya yang semuanya laki-laki. Satu adiknya putus sekolah, yang paling kecil masih sekolah kelas V SD.

Banyak cerita mengharukan keluar dari mulut Saufi, bagaimana merawat ketiga adiknya, berjualan pentol setiap harinya di sekolahnya dan mengharap persen dari pemilik gerobak. dikalau laku Rp 100 ribu maka ia dapat Rp 20 ribu. Sehingga penghasilan sehari antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Untungnya kedua adiknya yang masih sekolah SD mendapat biaya dari pemerintah melalui program Indonesia Pintar.

Selain itu Saufi dan adiknya juga sebagai masyarakat miskin penerima beras sejahtera yang disalurkan oleh Pemkab. Sederet foto kenangan sebagai anggota Paskibra Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tahun 2016 terpampang di dinding kayu.

Ketika Adzan Isya berkumandang, kami bersama Saufi dan adiknya bergegas ke Mushola terdekat untuk melaksanakan sholat Isya berjamaah. Terlihat Saufi tanpa canggung mengumandangkan Iqamat tanda dimulainya sholat.

“Selesai sholat, ketika bersalaman dengan jama’ah lainnya, nampak adab yang baik dari Saufi yg mencium tangan orang yang lebih tua darinya. Cerita kami lanjutkan sambil makan minum di kedai terdekat. Senyum sumringah keluar dari bibir adik-adik Saufi dengan nasi goreng dan jus buah dihadapan. Kami beri semangat Saufi dan adiknya untuk terus belajar, belajar dan belajar. Besok lanjut lagi ya ceritanya, kalau tidak ada halangan kami mau kunjungan ke sekolah kebanggaan Saufi,” ceritanya. (ady/hw-fb)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts