Niat Tawuran, Mabuk Bawa Sajam Keburu Diciduk Polisi

 Crime & Hukum, Umum

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Amat sakit hati karena bahan ejekan di pesta minuman keras. Tekadnya bulat, balas dendam. Dia bawa tiga kawannya untuk membantu. Sialnya, di tengah jalan, polisi menciduknya.

Kejadian di seputaran Jalan Soetoyo, Banjarmasin, dinihari. Amat diamankan Tim Khusus Bekantan Polresta Banjarmasin yang sedang melakukan Patroli Cipta Kondisi. Bukan karena hendak tawuran, melainkan tersebab mabuk dan menyimpan senjata tajam.

Amat, semalam itu, memang terlibat pesta minuman keras. Tapi, saat itu, seseorang mengejeknya. Amat menanganggap orang yang mengejeknya itu sebagai seteru. Emosinya memuncak. Dia memberitahukan teman-temannya dan nekat membawa clurit untuk membalaskan sakit hatinya.

Berempat bersama teman-temannya, Amat mengendarai sepeda motor menuju tempat musuhnya berkumpul. Saat itulah, sebelum sakit hatinya terlampiaskan, Amat ditangkap tim Bekantan.

“Saat kami melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di seputaran Jalan Soetoyo sekitar pukul 01.00 Wita, kami melihat empat orang pemuda yang mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk. Salah satu dari pemuda tersebut membawa senjata tajam Jenis clurit di tangan kirinya dan berhasil diamankan saat dikejar sampai depan Stadion 17 Mei Banjarmasin,” kata Kanit Timsus Bekantan Ipda Riyadi.

Di hadapan aparat, Amat, warga Jalan Pekapuran itu, kemudian mengaku membawa senjata tajam untuk tawuran. Dia merasa sakit hati karena jadi bahan ejekan lawannya saat minum minuman keras di Jalan Simpang Jagung. Untuk melampiaskan sakit hati itu, dia mengajak tiga rekannya untuk melakukan tawuran.

“Amat dan barang bukti sebuah sajam Jenis clurit diserahkan ke Polsek Banjarmasin Tengah untuk proses hukum. Pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951,” tambah Riyadi. (bny/ik-bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts