Terjerak Hukum, Seorang Ibu Jual Zenith

 Crime & Hukum, Kalteng, Umum

Suaraborneo.com, SAMPIT – Gara-gara kicauan Tuty Alawiyah, alias Tuti, ini hingga akhirnya menyeret Arief Ferdinand alias Arif, bandar Zenith Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sang bandar merupakan anggota klub Motor Gede (Moge).

 

“Pertama diamankan saya, lalu saya bilang barang ini (Zenith) saya dapat dari Arif,” kata Tuti, dihadapan Jaksa Penuntut Uumum Kejaksaan Negeri Kota Waringin Timur Lady Lanny Terore, Kamis (8/3). (dikutip borneonews)

 

Tuti mengaku baru beberapa bulan menjual Zenith, yakni sejak Desember 2017 lalu, hingga pada 15 Januari 2018 ia diamankan di kediamannya, Jalan Muchran Ali, gang At Tarbiyah, RT 17 RW 3 Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.

 

Dari tangannya diamankan 600 butir Zenith yang ia beli dengan harga Rp 3,9 juta. Namun jumlah Zenith tersebut merupakan sisa yang sebelumnya sudah laku sekitar 577 butir.

 

Tuti mengatakan, awalnya petugas tidak mengetahui dari mana asal usul Zenith tersebut, namun karena ada chat antara dia dan Arif dari situ ia tak berkutik terus terang mengakui kalau mendapat pasokan Zenith dari Arif.

 

Dari beberapa kali membeli Zenith, tidak semua ia membeli dengan Arif. “Kadang ambil barang dari bandar di Pasar Keramat, namanya Hadi,” cetusnya.

 

Atas perbuatannya, perempuan yang mengenyam pendidikan sampai kelas 3 SMP ini dibidik dengan Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (adw/naco/b-5)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts