Aksi Aliansi Mahasiswa Tolak UU MD3

Suaraborneo.com, PALANGKA RAYA – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Palangka Raya mengamankan pelaku aksi anarkis saat demo aliansi mahasiswa terlihat Asap mengepul saat mahasiswa membakar keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi menyusul pengesahan Undang-Undang MD3 di halaman kantor DPRD Kalteng, Kota Palangka Raya, Jumat (9/3).

Kejadian itu bermula saat mahasiswa membakar keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi menyusul pengesahan Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) yang dinilai pro DPR.

Selanjutnya, polisi berusaha memadamkan api sehingga memunculkan asap tebal. Asap tebal tersebut dimanfaatkan pelaku provokator membuat keributan dengan memukul salah satu petugas keamanan.

Keadaan itu membuat suasana memanas. Namun, personel Polda Kalteng bekerja sama Polres Palangka Raya dengan cepat berhasil mengamankan pelaku.

Kapolres Palang ka Raya AKBP Timbul Siregar membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan pelaku pemukulan petugas.”Kami sudah mengamankan pelaku aksi anarkis dan akan kami introgasi berasal dari kelompok mana,” ujarnya.

Sebelumnya aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi, terkejut dan menegaskan kelakuan tidak terpuji tersebut bukan dari kelompok mereka.

“Kami tegaskan pelaku anarkis bukan dari bagian aliansi mahasiswa. Karena dari awal kami sudah berkomitmen ingin melakukan aksi damai dan hanya ingin bertemu anggota dewan,” ujar Husen, salah seorang mahasiswa yang berdemo. (adw/rg/b3/bn)

322 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Penambahan Unit Transportasi Masuk Aspek Utama Smart City

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Untuk mewujudkan Banjarmasin Kota Sungai sebagai (D)River Smart City yang mengedepankan pelestarian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.