Muskot KNPI Belum Berakhir, Kepengurusan Telah Dilantik Ko’ Bisa

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Musyawarah Kota (Muskot) KNPI lll Banjarbaru belum berakhir, masih menyidakan satu sidang pleno. Yakni laporan hasil kerja tim formatur yang di ketuai, ketua terpilih yang diamanatkan selama 15 hari. Dalam artian persidangan di skor. Untuk memberikan waktu kepada tim formatur menyusun porsonalia kepengurusan.

Namun apa, tiba-tiba pada hari ini Sabtu (10/3) pelantikan telah dilaksanakan tanpa sepengetahuan panitia dan pimpinan sidang Muskot. Ko’ bisa, sementara skor belum dicabut dengan agenda laporan hasil kerja Tim Formatur. “Kami dari seksi persidangan Muskot  menunggu laporan tim Purmatur,” kata Fuad Baqi agar persidangan dibuka dengan mencabut skor menyesaikan sidang pleno terakhir.

Sebagaimana Amanat Muskot Tim Formatur diberi waktu selambatnya 15 hari dari Muskot yang dilaksanakan pada 12 Nopember 2017. Tambah Fuad, sudah melanggar Amanat Muskot, justru ujuk-ujuk Ketua Terpilih yang juga ketua Tim Formatur melaksanakan sendiri pelantikan, penuh keheranan.

Pelanggaran aturan tidak hanya pada amanat Muskot, timpal Abdul Haris mantan anggota MPI yang merekomendasikan OKP Koti Mahatidana, Srikandi Pancasila dan Satma Pemuda Pancasila sebagai peserta Moskot. Di Tim Formatur yang ternyata bukan representasi lembaga yang wakili, dan kemudian sebagaimana mendapatkan bocoran SK kepengurusan, formatur juga memilih ketua MPI yang tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART. Selain itu juga kepengurusan yang dibentuk tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART, yang mengatur tentang kuota kesinambungan, representasi OKP dan unsur potensi pemuda namun kenyataannya itu diabaikan bahkan ada pengurus yang berusia lebih dari 40 tahun, itu jelas melanggar AD/ART KNPI.

“Jangan mimpi bisa membawa pemuda Banjarbaru Berkarakter jika Undang Undang No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan usia Pemuda maksimal 30 tahun,  dan dituangkan dalam AD/ART Kongres XV Papua tahun 2015 khususnya yang mengatur usia pemuda maksimal 40 tahun, dilanggar” kata Haris Seraya menyebutkan masih saja melibatkan usia di atas 40 tahun duduk di kepengurusan.

Dijelaskannya pula bahwa sebelumnya sudah melakukan protes baik berupa surat maupun ke whatsApp Hasan Ismail waktu itu menjabat ketua DPD KNPI Kalsel mendapat jawaban akan menjadi pertimbangan sidang Pleno untuk menetapkan kepengurusan KNPI kota Banjarbaru periode 2017-2020. Namun semua hanya kamoplasi saja, segala pelanggaran AD/ART dan Petunjuk Organisasi di arena Muskot di mentahkah oleh gerakan yang dilakukan oleh Ketua terpilih yang juga sebagai ketua tim formatur dinilai telah melanggar konstitusi KNPI produk Muskot.

Saya sangat menyesalkan kenapa orang yang mengaku berproses di KNPI tapi justru melakukan tindakan-tindakan seperti orang yang tidak berproses di KNPI, bahkan yang lebih parah lagi telah melakukan pengingkaran terhadap fakta sejarah. Hal itu ditunjukkan dengan tidak menempat Indra Putra mantan Ketua  KNPI periode sebelumnya sebagaimana dalam AD/ART Automatis sebagai ketua MPI. “Ini tentunya sangat melukai hati para pengurus sebelumnya,” pungkas Haris. (aha-bjb)

Check Also

Kronologi Terbongkarnya Tempat Pembuat Ekstasi Jenis Baru

SuaraBorneo.com – Terbongkarnya tempat pembuat pil ekstasi di sebuah rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.