Konser Radja Band Menutup Event BSF 2018

 Umum, Wisata & Budaya

 

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Event Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF), Minggu (11/3) resmi ditutup.  Penutupan event yang telah masuk dalam agenda pariwisata nasional itu, dilakukan langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah.


Meriahnya, dalam acara yang berlangsung di kawasan Siring Menara Pandang Kota Banjarmasin itu, tampil diacara pamungkasnya adalah Band Radja. Ribuan pengunjung kawasan tersebut pun ikut merasa terhibur dengan kehadiran band yang digawangi dua putra daerah ini yakni Ian Kasela dan Mouldy.


Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, berharap, dengan adanya kegiatan BSF, dapat menambah kecintaan masyarakat kota seribu sungai terhadap kain motif sasirangan, dan melahirkan para perancang motif kain sasirangan baru.


Selain itu, Hermansyah juga mengajak, seluruh lapisan masyarakat baik yang berasal dari instansi swasta maupun pemerintahan agar menjadikan kain sasirangan sebagai bagian dalam kegiatannya. “Mari kita jadikan kain bermotif sasirangan sebagai kain yang selalu digunakan oleh seluruh instansi dan warga,” ajaknya.


Dijelaskannya, dalam kegiatan BSF kedua tahun 2018 ini, beragam rangkaian acara disajikan dengan tujuan untuk lebih memasyarakatkan kain bermotif sasirangan.
Bahkan, lanjutnya, tema yang diambil dalam rangkaian kegiatan tersebut pun sangat dekat dengan kearifan lokal Kota Banjarmasin yakni kain saringan dengan pewarna alami dan bermotifkan Daun Kalakay.


Lebih menggembirakan lagi, ucap Hermansyah, acara BSF tahap dua mendapatkan apresiasi khusus dari maskapai penerbangan Batik Air, dimana dibeberapa armada penerbanganya akan ditempelkan motif sasirangan.


Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah, dalam sambutannya mengatakan, selain untuk mengangkat derajat kain sasirangan, selama event BSF berlangsung, dana perputaran rupiah yang dihasilkan dalam penjualan kain sasirangan di 42 stand pamaren BSf tercatat sekira Rp 308.443.000. “Mudahan dengan rangkaian kegiatan BSF ini dapat mendorong ekonomi para pengrajin kain sasirangan di kota ini, dan kain sasirangan lebih dikenal hingga mendunia sesuai dengan tema kegiatan ini yakni sasirangan to the word,” katanya.


Kegiatan BSF dan semua rangkaian acaranya itu, lanjut istri Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ini lagi, dimaksudkan juga sebagai bentuk rasa syukur atas capaian pembangunan selama dua tahun kepemimpinan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah. 


Diharapkan, untuk kegiatan BSF tahun 2019 nanti, tetap mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai. Rangkaian kegiatan lain yang juga ditampilkan dalam acara penutupan tersebut diantaranya, fashion show para pejabat lingkup Pemko Banjarmasin dan jajaran pejabat Forkopimda Kota Banjarmasin.


Kemudian penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba motif kain sasirangan, fashion show, karnaval dan lomba mewarna sasirangan tingkat anak anak. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin, Hj Siti Fatimah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Hj Aneta Olpah dan jajaran TP PKK Kota Banjarmasin. (adw/humpro-bjm)

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts