Aksi Laporan Kasus-Kasus kepada Pimpinan Baru Kejati Kalsel

image

Suaraborneo.com, BANJARMASIN – Memasuki tugas jabatan baru sebagai pimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Ade Eddy Adhyaksa, mendapat sambutan dari aksi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forpeban sebagai ketua dan koordinator aksi Dinjaya bersama organisasi Pemuda Islam diketuai HM Hasan, Kamis (15/03), untuk menyampaikan ulang laporan mengenai kasus permalahan yang ada di Kalimantan Selatan.

Ketua LSM Forpeban, Dinjaya, dalam orasinya, “Kepada pimpinan Kejati Kalsel yang baru, laporan awal perlu siapa yang audit keuangan di Kalsel, dugaan kami kerugian negara ratusan miliar di RSUD Ulin Banjarmasin, bahwa ada 1 mesin mendekteksi pemeriksaan awal penyakit diketahui kanker baru di pakai 6 bulan sudah rusak sampai 2 tahun tidak diperbaiki, katanya tidak bisa diperbaiki, penyakit aja bisa disembuhkan apalagi mesin apa tidak bisa diperbaiki, apa tidak malu RSUD Ulin Banjarmasin tidak sanggup menangani penyakit kanker akhirnya dikirim keluar daerah, selain itu juga kami sampaikan dugaan proyek bermasalah di Kotabaru Pulau Laut proyek pembangunan jembatan Gunung Ulin lanjutan proyek 2017 dikerjakan CV Azhar Attoya Perkasa dengan nilai proyek Rp 2 miliar, kami berharap semoga pimpinan Kejati Kalsel yang baru tidak ada ditempat tolong disampaikan semoga kasus ini tidak berlarut-larut dan dapat menyelesaikan perkara ini dengan tegas siapa bersalah harus ditangkap diproses dalam persidangan,” tegasnya.

Selanjutnya, HM Hasan, menyampaikan, “Semoga Kejati dapat memahami ini semua, apa yang kita laporkan sebagai masukan dengan data-data yang akurat, mengenai perjalanan dinas fiktif yang jelas Rp 7 miliar di kembalikan cuma Rp 5 miliar, kemana dititipkn apa masuk ke deposit mana dan sisa Rp 2 miliar bagaimana selanjutnya, apa yang dijanjikan Kejati lama akan menetapkan tersangka dan akan di ekpos Kejagung, selain itu kepala DPRD Balangan yang meminta dan memotong anggaran anggotanya sendiri, PU Balangan, Tanah Laut, jembatn Basirih belum jelas, jembatan Kayu Tangi, serta masalah ketua KNPI Kalsel  mengenai dana Rp 2 miliar, banyak sekali yang kami laporkan apa tidak ada tindak lanjutnya, anggota dewan dana Bansos cuma 2 orang yang dikorbankan, kenapa tidak direalisasi klo ini dibiarkan tidak ada efek jera, harus dijadikan tersangka, bagaimana nasib rakyat uang negara dikorupsi,” pungkasnya.

Perwakilan dari Kejati kalsel, menanggapi, “Memang aturan rekening mereka berbeda dengan rekening kita, Kejati Kalsel menjamin uang aman berjumlah Rp 5 miliar yang dikembalikan, untuk sisanya Rp 2 miliar terserah mereka mau mengembalikan, kita cuma mengupayakan, mengenai dana Bansos akan kami laporkan kepada pimpinan yang baru, belum sempat melaporkankan karena masih baru menjabat, terima kasih sebelumnya atas semua yang disampaikan kepada kami,” imbuhnya. (adw/bny-bjm)

373 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Warga Kayu Rabah HST Temukan Diduga Bagian Kerangka Manusia

BARABAI, SuaraBorneo.com – Warga Desa Kayu Rabah di buat geger karena mereka telah menemukan Tulang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.