Aksi Walikota dan Ketua DPRD Banjarbaru, Penyebab Banjir Akibat Drainase Macet

image

Suaraborneo.com, BANJARBARU – Kemacetan kendaraan bermotor yang menjalur panjang hingga 500 meter arah ke Ibu Kota Banjarmasin yang terjadi di wilayah kawasan Landasan Ulin Kodya Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Turunnya hujan lebat dengan petir yang menggelegar sekitar pukul 15.10 sampai dengan 18.20 Wita hingga mengakibatkan tergenangnya Jalan Utama di Kilometer 29 sampai 29, 500 mecet total. Air menggenangi jalan tersebut hingga 20 sampai 30 Cm di permukaan jalan.

Lambatnya turun air hujan mengakibatkan jalan terendam. Hal tersebut dikarenakan tempat penyerapan atau pembuangan air yang sangat minim sehingga derasnya air hujah tidak dapat tertampung lagi.

Kurangnya aliran drainase membuat arus lalu lintas menjadi macet hingga sampai diturunkannya Satuan Polisi Lalu Lintas untuk mengatur kemacetan tersebut.

Tersumbatnya drainase tersebut akibat ditutup oleh pasir dan bebatuan yang jatuh juga rerumputan yang tumbuh diatasnya. Untuk itu, bagaimana menyikapi permasalah ini dan siapa yang akan menanggulangi hal ini.

Banyaknya pertanyaan senada warganet grub whastapp dan facebook, ditanggap langsung Walikota dan Ketua DPRD  bersama warga meninjau daerah sekitaran depan SPBU Landasan Ulin, Jalan Tonhar dimana terdapat Sungai Rimba dan Jalan Angkasa yang menjadi daerah rawan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Hingga drainase tidak berpungsi baik akibat adanya tumpukan sampah dan aliran sungai rimba yang menyimpit yang sudah barang tentu air hujan meluap kejalan seperti yang terjadi kemarin hingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas trans provinsi.

Atas terjunnya langsung kedua pejabat yang tidak segan-segan turun ke sungai yang banyak di ketemukan tumpukan sampah hingga menghambat kelancaran mengaliran air hujan dengan intensitas tinggi.

Wargapun dengan sigab beramai-ramai turun dengan membawa peralatan seperti cangkul  dan lainnya untuk mengangkat dan membersihkan tumpukan sampah di sungai rimba dan depan SPBU serta drainase (gorong-gorong).

Semoga saja dengan tanggabnya Walikota Nadjmi Adhani dan Ketua DPRD, H AR Iwansyah, serta keperdulian masyarakat atas lingkungan ini tidak terulang lagi banjir yang merugikan masyarakat disekitar bahkan pengguna lalu lintas, semoga. (aha-bjb)

403 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Warga Kayu Rabah HST Temukan Diduga Bagian Kerangka Manusia

BARABAI, SuaraBorneo.com – Warga Desa Kayu Rabah di buat geger karena mereka telah menemukan Tulang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.